Peristiwa Nasional Ribka Tjiptaning: Pemimpin Tidak Boleh Melempar Tanggung Jawab

Ribka Tjiptaning: Pemimpin Tidak Boleh Melempar Tanggung Jawab

Ribka Tjiptaning: Pemimpin Tidak Boleh Melempar Tanggung Jawab

, Pelitabanten.com – Kejadian Luar Biasa Campak dan Gizi Buruk sudah terjadi sejak empat bulan lalu di Kabupaten Asmat dan mengakibatkan 26 anak dunia.

Komisi-IX DPR RI Ribka Tjiptaning mengatakan Kementerian Kesehatan yang seharusnya memonitor penanganan medis sejak awal munculnya dan memimpin saat terjadi Kejadian Luar Biasa, bukan malah berdalih otonomi khusus di Papua sehingga Pemerintah Daerah yang bertanggung jawab sendirian.

“Saat ini tidaklah tepat untuk berwacana karena masyarakat menunggu reaksi cepat Pemerintah Pusat dan Daerah,” ucap Ribka Tjiptaning dalam siaran pers yang diterima redaksi Pelitabanten.com. Senin (15/1/2018)

Masalah klasik soal jauhnya jarak pemukiman dengan seharusnya jadi evaluasi Pemerintah Pusat dan Daerah karena sudah terjadi sejak era Orde Baru!

Teguran bahkan peringatan dari Komisi-IX DPR RI kepada soal ketersedian fasilitas kesehatan di daerah justru dianggap angin lalu karena tidak ada jika kesimpulan rapat kerja antara DPR RI dan Kementerian Kesehatan tidak dijalankan. Ironis karena Presiden menginginkan kabinetnya berani melakukan terobosan untuk memecahkan masalah yang sudah menahun.

Baca Juga:  Ojek Online, Pangkalan, dan Sopir Angkot Bersatu Jalin Sinergitas Menggelar Tabligh Akbar Isra Mi'raj di Poris Plawad

Sebagai Mitra Kerja Menteri Kesehatan, Ribka Tjiptaning menganggap Nila Moeloek gagal menjalankan tugasnya memberikan layanan dasar kesehatan.

harus menegur anak buahnya dan menginstruksikan langsung pada  dan Bupati Asmat untuk melakukan tindakan darurat agar dapat mencegah bertambahnya jiwa.

“Duka Saya untuk keluarga korban, semoga tidak berulang dan menjadi pelajaran berharga untuk semua pemangku kebijakan baik di pusat maupun di daerah.” ujarnya