Beranda Pendidikan “Gebyar Ciparasi Membaca”, Upaya Mengembalikan Predikat Desa Pendidikan

“Gebyar Ciparasi Membaca”, Upaya Mengembalikan Predikat Desa Pendidikan

684
“Gebyar Ciparasi Membaca”, Upaya Mengembalikan Predikat Desa Pendidikan
Pegiat Literasi berpoto bersama seusai acara "Gebyar Ciparasi Membaca", Minggu (14/1/2017)

LEBAK, Pelitabanten.com Desa Ciparasi, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak Banten adalah sebuah desa yang terletak di antara perbukitan serta lereng pegunungan yang terhubung dengan Taman Nasional Gunung Halimun. Memiliki pemandangan alam yang indah dilewati oleh aliran sungai Ciberang membelah hamparan sawah-sawah hijau membentang.

Minggu sore, (14/1/2018), warga berkumpul di pelataran kantor Desa Ciparasi, anak-anak hingga remaja mengerumuni Mobil Perpustakaan Keliling, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lebak dan Mobil Layanan Belajar Masyarakat, Kementeriaan Pendidikan dan Kebudayaan. Dilayani para relawan mereka memilih buku yang akan dibaca. Keadaan tersebut merupakan peristiwa langka bagi warga. Sebuah perhelatan akbar yang bertajuk “Gebyar Ciparasi Membaca.”

Sementara di aula terbuka sejumlah warga yang hadir dari kalangan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, guru-guru PAUD, SD, SMP dan SMA, serta warga lainnya terlihat antusias menyimak pemaparan para narasumber yang menyampaikan persoalan pentingnya upaya menumbuhkembangkan budaya baca bagi masyarakat desa.

Kepala Desa Ciparasi, Fathurrohman, S.Pd.I mengucapkan kegembiraannya karena Desa Ciparasi yang dulu pernah disebut sebagai daerah pendidikan, dan setelah bertahun-tahun lamanya tidak terdengar, melalui perhelatan “Gebyar Ciparasi Membaca” ini berharap predikat tersebut dapat diraih kembali.

Baca juga :  Nilai Ekspor Banten Februari 2018 Turun 9,88 Persen Dibanding Bulan Sebelumnya
“Gebyar Ciparasi Membaca”, Upaya Mengembalikan Predikat Desa Pendidikan “Gebyar Ciparasi Membaca”, Upaya Mengembalikan Predikat Desa Pendidikan
Salam Literasi dari Kepala Desa Ciparasi, Fathurrohman, S.Pd.I

“Dahulu, bertahun-tahun yang lalu Desa Ciparasi disebut sebagai daerah pendidikan, karena semua sekolah mulai dari tingkat SD sampai SMA/ SMK bahkan dari tingkat MI sampai Aliyah serta Pondok Pesantren semua ada di desa ini. Sehingga masyarakat di wilayah Kecamatan Sobang dan sekitarnya ketika ditanya mau sekolah dimana, hanya ada 2 pilihan jawaban, mau sekolah di Ciparasi atau Rangkasbitung?” ujar Jaro Fathur, sapaan akrabnya.

“Dengan digaungkannya “Gebyar Ciparasi Membaca” saya merasa optimis predikat “Desa Pendidikan” yang dulu sempat disematkan pada Desa Ciparasi dapat dicapai kembali. Hal ini tentunya membutuhkan dukungan penuh dari semua elemen masyarakat dan jaringan para pegiat literasi yang hadir di tengah-tengah kita saat ini,” imbuhnya.

Selain pejabat Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lebak dengan Mobil Perpustakaan Kelilingnya, serta relawan Kampung Literasi TBM Kedai Proses, Ketua Dewan Perpustakaan Banten, hadir pula Kepala Kantor Bahasa Kementeriaan Pendidikan dan Kebudayaan Banten, Luthfi Baihaqi, MA, juga Kepala Desa Majasari, Kepala Desa Sukamaju, dan Kepala Desa Warungbanten, Kecamatan Cibeber.

Jaro Ruhandi, Kepala Desa Warungbanten berkesempatan membagi pengalamannya dalam mengelola TBM dan Perpustakaan Desa serta upayanya yang tidak kenal lelah mengajak warganya untuk menumbuhkan budaya membaca.

Baca juga :  Rakor Bersama Pendamping Desa Cluster Empat Wilayah Kab. Tangerang

“Pertama kali kami memulai kegiatan mengembangkan minat baca di masyarakat dengan mengajak pemuda desa yang mau bekerja dengan suka rela. Mengumpulkan buku-buku pemberian warga. Setelah membangun TBM yang terletak di komplek Rumah Adat Kasepuhan Cibadak, dilanjutkan membangun Perpusdes dengan mengubah mushola dan toilet umum di pasar lalu menyulapnya menjadi tempat membaca yang nyaman bagi warga,” ucapnya.

Rangkaian “Gebyar Ciparasi Membaca” dimeriahkan oleh penampilan kesenian tari tradisional Jaipong dari Sanggar Kedai Proses yang turut menghangatkan suasana kegembiraan warga layaknya sebuah pesta rakyat. Selain itu pula, acara makan bersama hidangan spesial nasi tumpeng dari warga desa semakin mempererat ikatan persaudaraan dan kebersamaan.