Beranda Pendidikan Pemkot Tangerang Akan Bangun Sekolahan SMP di Lahan yang Baru Ditertibkan

Pemkot Tangerang Akan Bangun Sekolahan SMP di Lahan yang Baru Ditertibkan

Soal Penggusuran, Pemkot Kota Tangerang Bantah Tidak Manusiawi

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com – Pemerintah Kota Tangerang melalui Asisten 1 Tata Pemerintahan, Ivan Yudhianto membantah bila penertiban yang dilakukan oleh pihaknya terhadap permukiman yang ada di RW 06 Panunggangan Barat tidak manusiawi. Ia menjelaskan bahwa Pemkot Tangerang telah mengikuti prosedur yang ada sebelum dilakukan eksekusi terhadap lahan yang dimiliki oleh pemerintah.

“Kami sudah lakukan komunikasi dengan warga, surat pemberitahuan juga sudah disampaikan sebanyak enam kali,” ujar Ivan kepada Wartawan baru baru ini.

Bahkan menurutnya pihaknya juga sudah menyediakan tempat di Rusunawa Manis bagi RW 06 Panunggangan Barat yang kena penertiban. “Kami sudah sediakan 60 unit di Manis bagi yang kena penertiban,” ucap pejabat yang juga pernah menjabat Kabag Hukum Pemkot.

Ivan juga menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan penertiban tersebut pihak Satpol PP juga telah menyediakan armada untuk membantu pengangkutan barang milik yang ingin pindah ke Manis. “Kami sudah siapkan dan kami siap membantu untuk pindah,” kata Ivan.

Baca Juga:  Putus Mata Rantai Covid-19, Polsek Neglasari Terapkan 3T

“Makanya kami juga heran kok sampai ada yang bilang penertiban tidak manusiawi dan membuat terlantar tinggal di kuburan, padahal kami sudah menyiapkan opsi bagi warga untuk tinggal di rusun, karena memang mereka ini tinggal di lahan pemerintah,” sambungnya.

Ia mengimbau kepada seluruh yang terkena penertiban untuk bisa menempati unit di di Manis Jaya yang telah disiapkan Pemkot Tangerang. Sementara itu, menyikapi persoalan tersebut, Pengamat Kebijakan Publik dan juga Rektor UMT, DR. Achmad Badawi menyampaikan bahwa apa yang dilakukan Pemkot sudah sesuai aturan yang berlaku.

“Artinya Pemkot sudah lakukan sesuai prosedur. Kalau ditanya apakah punya bukti kepemilikan mereka juga enggak bisa menunjukkan. Saya pikir mereka hanya dimanfaatkan oleh oknum aja, terlebih ada selentingan bahwa mereka bertahan itu karena ada kelompok masyarakat yang menjanjikan akan membuatkan sertifikat kepada penghuni sehingga mereka merasa tidak mungkin ditertibkan,” ungkap Badawi.

Baca Juga:  Lagu Lelaki Kardus Beredar di Dunia Maya Bikin Netizen Marah

Terpisah, Kepala Bagian Pemkot Tangerang Felix Mulyawan menanggapi pengakuan salah satu yang mengaku Wali Kota dan menjadi korban penertiban. Felix menegaskan bahwa yang bernama Sugani tersebut tidak pernah mengajar langsung Wali Kota Tangerang, R. Wismansyah.

“Sebagaimana disampaikan Bapak Wali Kota bahwa Wali Kelas beliau di SDN 6 itu namanya Pak Giman dan Bu Cucu terus ada juga Bu Nani. Beliau enggak pernah diajar sama yang bersangkutan. Makanya kami juga jadi bertanya-tanya ada agenda apa dibalik ini semua,” imbuhnya.

“Karena kami ini mau menertibkan mereka yang memang tinggal di lahan pemerintah demi publik, karena akan dibangun sekolahan di situ,” papar Felix.