Beranda Peristiwa Kota Serang RSUD Banten Siapkan Dua Ruangan untuk Pasien Penderita Difteri

RSUD Banten Siapkan Dua Ruangan untuk Pasien Penderita Difteri

620
RSUD Banten Siapkan Dua Ruangan untuk Pasien Penderita Difteri
Gamvaran penderita difteri yang sedang mewabah

SERANG, Pelitabanten.com – Pihak RSUD Banten menyiapkan dua ruangan dengan daya tampung 12 pasien untuk mengantisipasi adanya pasien penderita difteri yang dikirim ke RSUD milik Pemprov Banten tersebut.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Banten, dr Drajat AP di Serang Senin mengatakan, RSUD Banten sudah melakukan koordinasi untuk penanganan Difteri mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), Dokter Spesialis Anak, THT, Penyakit Dalam, laboratorium, Instalasi rawat jalan dan inap termasuk dengan Dinkes Provinsi Banten.

“Kami siap menerima pasien difteri,” kata Drajat.

Mulai hari ini (Senin, 11/12/2017), kata Drajat, RSUD Banten siap menerima pasien penyakit yang saat ini sedang ramai diperbincangkan bahkan menjadi antisipasi secara nasional tersebut. Penyakit difteri merupakan salah satu penyakit menular, tidak hanya menimpa anak kecil, penyakit tersebut bisa menular ke orang dewasa.

Penyakit difteri saat ini, kata dia, sedang menjadi perhatian pemerintah baik pusat maupun pemerintah daerah mengingat telah menjangkit sejumlah masyarakat. Bahkan, hari ini dilakukan vaksinasi secara serentak di seluruh daerah.

Sementara Kepala Seksi Surveilans Imunisasi dan Krisis Kesehatan Dinkes Banten, drg. Rostina mengatakan, untuk memastikan proses vaksinasi penyakit tersebut yang dilakukan Dinkes Banten berjalan lancar, pihaknya melakukan pemantauan di fasilitas kesehatan yang melakukan vaksin tersebut.

“Kita pun memastikan kesiapan RSUD Banten dalam menerima pasien penderita difteri,” kata Rostina saat pemantauan vaksinasi di RSUD Banten.

Diketahui, dalam tiga bulan terakhir ditemukan kasus penyakit difteri di sejumlah wilayah Banten. Penyakit difteri tersebut ditemukan di Kabupaten Tangerang 25 kasus, Kabupaten Serang 12 kasus, Kota Tangerang delapan kasus, Kabupaten Pandeglang tujuh kasus, Kota Serang 8 kasus, Kota Tangerang Selatan empat kasus, Kabupaten Lebak tiga kasus, dan Kota Cilegon satu kasus.