Beranda Peristiwa Kabupaten Lebak Narapidana Rutan Rangkasbitung Panen Cabai Keriting

Narapidana Rutan Rangkasbitung Panen Cabai Keriting

559
Narapidana Rutan Rangkasbitung Panen Cabai Keriting

LEBAK, Pelitabanten.com – Narapidana di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten panen cabai keriting seluas 3.000 meter.

“Semua napi yang mengembangkan budi daya cabai itu memasuki masa asmilasi atau menjelang bebas,” kata Kepala Rutan Rangkasbitung Ali Andra Harahap di Lebak, Jumat (8/12/2017)

Pengembangan pertanian cabai itu merupakan bentuk kecakapan para napi yang memasuki menjelang bebas.

Sebab, mereka dituntut memiliki ketrampilan agar tinggal di masyarakat bisa hodip mandiri tanpa membebankan kepada orang lain maupun keluarga. Selain itu juga mereka tidak kembali melakukan kejahatan maupun perbuatan kriminal lainnya. Karena itu, pihaknya mewajibkan bagi napi menjelang bebas dapat mengembangkan komoditas pertanian.

Saat ini, Rutan Rangkasbitung memiliki lahan pondok asimilasi seluas 2,4 hektare di Kecamatan Cibadak.

“Kami mengembangkan pertanian di lahan itu yang dimulai 1995 hingga kini masih dmanfaatkan bagi napi menjelang bebas,” katanya.

Menurut Ali Andra Harahap, jumlah komoditas cabai yang dipanen perdana itu menghasilkan seberat 50 kilogram cabai. Produksi cabai yang dipanen itu dijual ke penampung dan penghasilannya diberikan kepada napi.

Keberhasilan pengembangan komoditas pertanian cabai itu tidak lepas dari bantuan Bank Indonesia (BI) Banten. Selama ini, BI Banten memiliki klaster pengembangan cabai keriting di Kabupaten Lebak.

Baca juga :  Semangat Kebersamaan Ciptakan Gunung Indonesia Nol Sampah

“Kami optimistis ke depan produksi sayuran akan dikembangkan karena permintaan pasar cenderung meningkat,” katanya menjelaskan.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Banten Enny Purwaningsih mengatakan pihaknya mengapresiasi keberhasilan napi Rutan Rangkasbitung yang mengembangkan budi daya tanaman cabai.

Saat ini, komoditas cabai sudah memasuki panen perdana.
Karena itu, pihaknya terus mendorong agar para napi yang memasuki bebas agar dioptimlkan kegiatan ketrampilan dengan mengelola pertanian.

“Saya kira bisa saja napi mengembangkan budi daya tanaman jagung, sayur-sayuran karena masa panen hanya tiga bulan,” katanya menjelaskan.