Beranda Pendidikan Ada 17.661 Guru Honorer Dapat Insentif Rp 650 Ribu Perbulan

Ada 17.661 Guru Honorer Dapat Insentif Rp 650 Ribu Perbulan

702
BAGIKAN
Ada 17.661 Guru Honorer Dapat Insentif Rp 650 Ribu Perbulan

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com – Kabar gembira datang dari dunia pendidikan, di Kota Tangerang. Untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer di kota itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menggelontorkan dana sebesar Rp170 Miliar, pertahun 2017, untuk insentif para guru honorer dan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Ketua PGRI Kota Tangerang Jamaludin mengatakan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru honorer yang ada di Kota Tangerang. Dari jumlah 21.951 guru di Kota Tangerang, sebanyak 17.661 orang di antaranya adalah honorer yang mengajar dijenjang PAUD hingga SMP/MTs.

“Insentif diberikan sebulan sekali, kepada 21.951 guru di Kota Tangerang, PNS dan honorer. Total anggaran isentif guru tersebut Rp170 Miliar setahun. Guru yang mendapat dana isentif ini, minimal sudah mengajar selama setahun,” kata Jamaludin, saat Koffee Morning baru baru ini.

Dengan adanya dana isentif itu, para guru honorer merasa sangat terbantu. Apalagi, penghasilan para guru honorer itu masih ada yang di bawah Rp500 ribu perbulannya. Pendapatan itu, sangat kecil mengingat kebutuhan hidup di kota metropolis seperti Tangerang yang tidak murah dan tinggi.

“Kalau bicara nasib guru honorer, sedih ceritanya. Sebab masih ada guru honorer yang digaji di bawah Rp500 ribu, di sekolah swasta. Mereka yang gajinya di bawah ini, harapan mereka cuma satu saat akhir bulan, kapan isentifnya keluar. Mulai guru TK dan lainnya, banyak yang digaji kecil,” ungkapnya.

Makanya, ketika membicarakan kesejahteraan guru, PGRI selalu berada digarda terdepan. Terutama dalam memperjuangkan kesejahteraan guru. Tidak hanya para guru honorer, tetapi juga guru PNS. Jika ada wacana penghapusan uang isentif ini, PGRI akan menjadi pihak pertama yang akan angkat suara.

“PGRI tidak pernah berhenti memperjuangkan nasib guru disemua jenjang. Ini terkait kesejahteraan guru. Untuk itu, kami selalu berusaha agar kesejahteraan guru bisa dimaksimalkan. Terutama menyangkut kesejahteraannya,” ungkap pria yang juga menjabat Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Tangerang.

Dijelaskan dia, pihaknya juga tengah memperjuangkan agar guru honorer di Kota Tangerang digaji sesuai dengan UMK Tangerang atau UMR. Tujuannya hanya satu, dengan meningkatnya kesejahteraan guru, maka kualitas pendidikan dan nilai kompetensi guru honorer bisa lebih dimaksimalkan lagi.

“Di Kota Tangerang, saya mengajar sejak era 90-an. Saat itu gaji guru hanya Rp200 ribu. Tetapi sekarang guru dapat sertifikasi dari pusat dan isentif dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. Kalau ada usul isentif dihapus, kami setuju. Tertapi diganti dengan UMR dan UMK,” sambung Jamaludin bersemangat

BAGIKAN