Beranda Budaya Adat FPK Tampilkan 50 Pakaian Adat dan Deklarasikan Persatuan

FPK Tampilkan 50 Pakaian Adat dan Deklarasikan Persatuan

584
BAGIKAN
FPK Tampilkan 50 Pakaian Adat dan Deklarasikan Persatuan

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com – Menyertakan lebih dari 260 orang, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) menjadi barisan terbanyak dalam parade Festival Budaya Nusantara 2017 Kota Tangerang, Minggu pagi 03 Desember 2017. Kostum yang digunakan peserta FPK dalam parade ini mencerminkan keberagaman budaya Nusantara.

Parade dalam pembukaan Festival Budaya Nusantara 2017 Kota Tangerang ini start dari Tugu Adipura di jalan Veteran melintasi jalan Taman Makam Pahlawan dan berakhir di Plaza Puspem Kota Tangerang, Jl Satria Sudirman.

Susunan barisan dalam parade budaya tersebut, paling depan pembawa plang FPK diikuti bendera merah putih serta bendera FPK, kemudian barisan mengenakan baju adat masing-masing suku sebanyak 50 pasang (100 personil) ditambah partisipasi beberapa FPK kelurahan yang sudah terbentuk. Barisan selanjutnya penampilan seni tradisional masing-masing kecamatan memakai seragam lengkap FPK membawa bendera 25 merah putih dan 25 bendera FPK.

“Kesenian yang ditampilkan FPK Kota Tangerang yakni palang pintu, barongsai, liong, debus, tarian tor tor, ondel ondel dan beksi,” jelas Wakil Sekretaris FPK Kota Tangerang, Kaonang SSos MM kepada PelitaBanten.com di lokasi acara.

Setiba di panggung kehormatan, barisan FPK membacakan deklarasi persatuan. Pembacaan deklarasi dipimpin Wakil Sekjen FPK Kota Tangerang, Kaonang didampingi Sekda, Walikota Tangerang, dan Ketua DPRD.

FPK Kota Tangerang dipimpin ketua H Mayoris Namaga, Sekjen H Saipul Millah, Wakil Sekjen Kaonang. Para tokoh tersebut sudah malang melintang di berbagai organisasi, maka tidak kaget FPK mulai mampu menunjukkan tajinya.

Sementara itu tokoh pemuda Kota Tangerang, Yahya Syuhada sangat mengapresiasi kegiatan parade budaya yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang.

“Dengan semangat dari Kota Tangerang untuk Indonesia, merupakan sumbangsih masyarakat daerah ini dalam melestarikan kebudayaan Indonesia. Ini merupakan inovasi atau terobosan yang baik untuk memperkenalkan potensi Kota Tangerang ke mancanegara. Di era globalisasi jangan sampai budaya kita jadi luntur,” lugas Yahya Syuhada.

FPK, beber Yahya Syuhada merupakan organisasi plat merah bentukan pemerintah sesuai amanat Permendagri No 34 tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan di Daerah. Sangat tepat bila menguatkan instrumen FPK karena heterogenitas Kota Tangerang sangat tinggi sehingga potensi resistensi antar suku perlu diantisipasi dengan baik.

Ditambahkannya, dalam kegiatan yang didukung oleh semua elemen masyarakat, suku, etnis dan agama parade budaya yang ditampilkan FPK merupakan gambaran harmonisasi kerukunan umat beragama di Kota Tangerang.

Yahya Syuhada berharap kegiatan ini bisa menggugah kembali semangat masyarakat untuk lebih mencintai budaya Indonesia.

Deklarasi Persatuan FPK
Kami, Forum Pembauran Kebangsaan Kota Tangerang berjanji,
1. Setia dan taat kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
2. Akan selalu memegang teguh semboyan Bhineka Tunggal Ika.
3. Menjujung tinggi nilai kebenaran dan keadilan masyarakat Kota Tangerang
4. Bersama-sama menjaga kesatuan persatuan dan kerukunan masyarakat Kota Tangerang.
5. Bersinergi serta bergotong-royong untuk pembangunan Kota Tangerang.

• Ateng Sanusih