Beranda Advetorial Wagub Banten: Pembangunan Infrastruktur Jalan Penunjang Pariwisata Masuk Prioritas RPJMD

Wagub Banten: Pembangunan Infrastruktur Jalan Penunjang Pariwisata Masuk Prioritas RPJMD

826
BAGIKAN
Wagub Banten: Pembangunan Infrastruktur Jalan Penunjang Pariwisata Masuk Prioritas RPJMD
Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy dan Ketua Harian Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten Ashok Kumar di kantor Wakil Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Senin (20/11/2017)

SERANG, Pelitabanten.com – Pemerintah Provinsi Banten mendukung upaya pemerintah pusat yang tengah menjadikan pariwisata sebagai lokomotif perekonomian, baik secara nasional maupun di daerah. Dukungan ditunjukkan Pemprov Banten dengan mengalokasikan anggaran yang mencukupi untuk pembangunan infrastruktur jalan sebagai penunjang utama pembangunan pariwisata.

“Pembangunan infrastruktur adalah prioritas Pemprov Banten dalam tiga tahun ke depan, termasuk infrastruktur penunjang pariwisata,” kata Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy saat menerima pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten di kantor Wakil Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Senin (20/11/2017).

Andika mengungkapkan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Banten 2017-2022, Pemprov Banten menargetkan pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 127 kilometer di wilayah Provinsi Banten sebagai prioritas, termasuk di dalamnya pembangunan infrastruktur jalan menuju kawasan wisata.

“Kami targetkan dalam waktu tiga tahun, prioritas perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Banten selesai,” ujar Andika.

Ketua Harian PHRI Banten Ashok Kumar pun mengapresiasi komitmen Pemprov Banten memberi prioritas terhadap sektor pariwisata. Ashok mengatakan, ketersediaan infrastruktur jalan yang memadai merupakan faktor utama dalam menyelenggarakan pelayanan pariwisata.

Sebab jalan yang baik dan layak akan memangkas jarak tempuh dan biaya perjalanan para wisatawan, sehingga itu menjadi pertimbangan wisatawan untuk memilih berwisata ke Banten.

“Kami sangat gembira mendengar pemprov yang all out membangun infrastruktur jalan dalam tiga tahun ke depan,” tutur Ashok.

Ashok pun mengungkapkan, salah satu kendala pariwisata di Banten selama ini adalah infrastruktur jalan yang kurang menunjang. Kondisi jalan yang kurang baik, membuat sejumlah lokasi wisata di Banten kerap mengalami kemacetan di saat musim liburan.

“Belum lagi, masih banyak destinasi wisata di Banten yang pada akhirnya nyaris tak tersentuh karena kenala jalan ini,” ujarnya.

Selain itu, Ashok juga mengatakan, saat ini kendali pembangunan pariwisata berada di pemerintah pusat. Namun hal itu dianggap sebagai keseriusan pemerintah pusat dalam mengelola pariwisata.

Oleh sebab itu, Ahok pun menyampaikan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, pariwisata sedang mengalami semacam masa keemasan. Hal itu bisa dilihat dari bergairahnya pariwisata di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Banten.

Di Banten sendiri, kata Ashok, pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten/kota dari sektor pariwisata sepanjang tahun 2017 ini mencapai Rp 1 triliun atau meningkat hampir 40 persen dibanding tahun sebelumnya.

Menurut dia, peningkatan tersebut  berasal dari sektor pariwisata kuliner yang didominasi oleh wilayah Tangerang. “Ini kita baru main dari kuliner saja loh. Ke depan, kalau jalan ke selatan sudah bagus di mana destinasi wisata alamnya bisa tereksplor, bisa kita bayangkan berapa PAD yang bisa disumbangkan,” ujar Ashok. [adv-kominfo]

BAGIKAN