Beranda Opini Cokro Manggilingan, Sejarah yang Terulang

Cokro Manggilingan, Sejarah yang Terulang

Cokro Manggilingan, Sejarah yang Terulang

“Tugas yang harus diemban mbak Titiek tentu sangat strategis karena harus membawa bangsa Indonesia agar semakin kokoh dan kukuh, yaitu pikukuhing negoro nuswantoro”

Pak Soedjono Hoemardani sebagai tokoh spiritual jawa (kejawen) pada malam Jumat pahing bulan Desember 1963 menerima dawuh/petunjuk di petilasan Majapahit Trowulan, Mojokerto.

Petunjuk-NYA yang diperoleh pak adalah menyebutkan, bahwa Pak Harto mendapat amanah dari Tuhan YME untuk memimpin bangsa Indonesia dalam rangka “Gumolong Ing Karyonak Tyasing Sesomo”.

Istilah tersebut, kemudian disingkat menjadi yang menjelma menjadi sebuah besar yang sangat diperhitungkan.

Dinamika politik di republik ini telah membawa Golkar kepada situasi pasang surut. Bahkan, pasca status hukum yang juga Ketua Umumnya, membuat Partai Golkar berada di titik nadir.

Tidak bisa dipungkiri, saat ini telah terjadi krisis kepemimpinan di tubuh internal Partai Golkar yang akan mengakibatkan pergantian ketua umumnya, dalam waktu dekat ini.

Baca Juga:  HUT FIFGROUP ke-32, FIFGROUP FEST Berikan Berbagai Promo Menarik Buat Wong Banten

Terkait dengan dinamika alam semesta, pada malam Jumat pahing yang lalu, pada saat laku kungkum di kali tempuran Gadog, Bogor saya menerima petunjuk Tuhan YME bahwa sudah saatnya menerima amanah dari pak Harto.

Tentu saja melalui peran mbak Titiek untuk mengentaskan Partai Golkar dari berbagai persoalannya, dan membuat eksistensi Partai Golkar yang lebih baik lagi.

Tugas yang harus diemban mbak Titiek tentu sangat strategis karena harus membawa bangsa Indonesia agar semakin kokoh dan kukuh, yaitu pikukuhing negoro nuswantoro.

Diawali dengan itikad baik, dan niat suci melanjutkan amanah leluhurnya, dan berdasarkan kasunyatan (Ridho Allah), semoga melalui Golkar, mbak Titiek akan membawa bangsa ini menjadi damai dan sejahtera secara merata, sesuai dengan , dan UUD 1945.

Narasumber:  adalah , praktisi spiritual Jawa, dan Ketua Bawono Toto.