Beranda Bisnis Bank Banten Rombak Susunan Komisaris dan Direksi

Bank Banten Rombak Susunan Komisaris dan Direksi

443
BAGIKAN
Bank Banten Rombak Susunan Komisaris dan Direksi

SERANG, Pelitabanten.com –  PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) melalui Rapat Umum Pemegang Saham dan Luar Biasa (TUPSLB) merombak susunan komisaris dan direksi.

Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa usai RPUPSLB dan dalam penyampaian Public Expose di Pendopo Gubernur Banten Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), mengatakan pihak pemegang saham yang hadir 69,49 persen dari seluruh saham yaitu 64,1 miliar lembar yang dikeluarkan menyetujui perubahan dewan dan direksi.

Susunan Dewan Komisaris, Zulkarnain tetap menduduki jabatan Komisaris Utama, kemudian Ranta Soeharta (Komisaris), Agus Erhan (Komisaris Independen), dan hanya Asmudji Harmani Wahyudi digantikan oleh Media Warman.

Kemudian dalam susunan direksi ada penambahan struktur organisasi yaitu Wakil Direktur Utama yang dipercaya kepada Oliver Richard W. Mambu, dan Rudy Dhian Dwimaya diganti dengan Kemal Idris. Sementara yang duduk di posisi direktur utama tetap dipegang oleh Fahmi Bagus Mahesa, sementara Bambang Mulyo Atmodjo dan Jaja Jarkasih tetap sebagai direktur.

RUPSLB Bank Banten memutuskan untuk melakukan perubahan anggaran dasar dan mengangkat jajaran pengurus perseroan yang bary, yang akan efektif setelah mendapat persetujuan fit and proper test dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dengan jajaran pengurus perseroan yang baru, diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan merealisasikan rencana bisnis Bank Banten, katanya.

Selain mengesahkan jajaran pengurus perseroan, RUPSLB Bank Banten juga melaksanakan “public expose” yang bertujuan untuk memaparkan kinerja Bank Banten secara berkala. Public Expose wajiba dilaksanakan setahun sekali dan sebagai media penyampaian informasi perusahaan sebagai emiten.

Kinerja keuangan Bank Banten posisi triwulan III Tahun 2017 menunjukkan perbaikan yang positif. Pertumbuhan yang berkelanjutan serta strategi perusahaan untuk pengembangan bisnis merupakan arahan dan kebijakan direksi Bank Banten untuk perbaikan kinerja bank tersebut.

Peningkatan kredit yang diberikan menjadi sebesar Rp4,54 triliun meningkat 42,4 persen (yoy) yang dihasilkan dari pengembangan bisnis baru yaitu kredit konsumer dan kredit komersial.

Peningkatan dana pihak ketiga menjadi sebesar Rp5,74 triliun meningkat 51,7 persen (yoy) yang diikuti dengan perbaikan komposisi CASA (current account saving account/simpanan berbiaya murah). Peningkatan Total Aset menjadi Rp7,04 triliun meningkat 43,4 persen (yoy) yang diperoleh dari peningkatan realisasi penyaluran kredit, kata Fahmi.

Dalam expose publik yang dihadiri oleh empat direksi tersebut mengatakan hasil dari perbaikan kinerja keuangan tersebut diikuti dengan penurunan rugi bersih menjadi Rp63,12 miliar, menurun 77,8 persen (yoy) seiring dengan peningkatan pendapatan bunga bersih (NII), peningkatan pendapatan opersional lainnya dan efisiensi beban operasional.

Sementara itu, untuk peningkatan rasio Net Interest Margin menjadi 3,23 persen mengindikasikan bahwa pendapatan bunga yang diperoleh dari aktivitas perkreditan memberikan margin yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Penurunan rasio NPL Gross menjadi 5,78 persen mengindikasikan bahwa perbaikan kualitas kredit melalui penagihan memberikan hasil yang cukup signifikan, kata Fahmi.

Penurunan rasio BOPO (biaya operasional dan pendapatan operasional) menjadi 119,36 persen memperlihatkan bahwa strategi konsolidasi melalui “streamlining” cabang yang dijalankan oleh manajemen berjalan optimal.

“Kami sudah menutup sejumlah kantor cabang yang selalu merugi, sehingga dengan sendirinya juga mengurangi jumlah sumber daya manusia (SDM),” katanya. Rabu (22/11/2017)

Bank Banten, kata Fahmi, senantiasa memberikan layanan perbankan terbaik dan selalu berorientasi kepada kepuasan nasabah, serta meningkatkan nilai manfaat secara berkesinambungan bagi semua pemangku kepentingan.

“Sebagai BPD milik Pemprov Banten, Bank Banten siap berperan dan berfungsi untuk menghidupkan dan memacu perekonomian daerah,” katanya.

BAGIKAN