Beranda Jurnalis Warga Kapolsek Karawaci Temui Ketua MUI Kota Tangerang

Kapolsek Karawaci Temui Ketua MUI Kota Tangerang

371
BAGIKAN
Kapolsek Karawaci Temui Ketua MUI Kota Tangerang

TANGERANG, Pelitabanten.com – Kapolsek Karawaci Kompol Abdul Salim, SH menjalankan silaturahmi ke Tokoh Agama KH. Edy Djunaedi Nawawi yang merupakan Ketua MUI Kota Tangerang sekaligus ketua DKM Masjid Al- Falahiyyah di Jalan Moh. Toha, Gang Bahagia, RT. 003/011 Kelurahan Gerendeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Jumat (17/11/2017)

Menurut Kompol Abdul Salim, SH kegiatan tersebut dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi dan bertukar pikiran dengan para tokoh yang ada di wilayah hukum Polsek Karawaci sesuai program Kapolres Metro Tangerang Kota

“Membahas soal paham-paham radikalisme yang berkedok agama dan isu sara dan anti pancasila. Baik itu provokasi melalui media sosial maupun melalui lingkungan, kita harus antisipasi, agar situasi kamtibmas di wilayah tetap kondusif,” himbau Kapolsek Karawaci Kompol Abdul Salim, SH. Jumat (16/11/2017)

Pertemuan Kapolsek Karawaci dan Tokoh Agama KH. Edy Djunaedi Nawawi bersama masyarakat di Masjid Al Falahiyyah sedang berlangsung santunan anak yatim piatu.

“Saya sangat mendukung kegiatan seperti ini dan diharapkan terus ada, guna meramaikan masjid agar menghindari masuknya paham-paham radikalisme yang berkedok agama dan diharapkan peran serta masyarakat dalam menjaga situasi keamanan baik dalam keluarga maupun lingkungan guna menghindari bahaya narkoba, masuknya paham-paham radikalisme dan aksi pencurian serta jangan bertindak main hakim sendiri. Apabila terjadi kejadian sekecil apapun jangan sungkan untuk menghubungi bhabinkamtibmas atau langsung ke saya”, ucap Kapolsek karawaci Kompol Abdul Salim, SH

Sementara itu, KH Edy Djunaedi Nawawi menyatakan Islam adalah agama yang rahmatan lil alamien, mengajarkan kepada kebaikan dan tidak membenarkan adanya tindakan radikalisme

“Islam merupakan agama yang Rahmatan Lil Al-Amin dan kita dituntut mempelajari agama hingga liang lahat jangan setengah-setengah agar tidak terjadi penyimpangan/ajaran radikal” ujarnya

BAGIKAN