Beranda Peristiwa Kota Serang Blusukan ke Pasar Tradisional, Yhannu Belanja Makanan Khas Kota Serang

Blusukan ke Pasar Tradisional, Yhannu Belanja Makanan Khas Kota Serang

Blusukan ke Pasar Tradisional, Yhannu Belanja Makanan Khas Kota Serang

SERANG, Pelitabanten.com – Bakal Calon wali Kota Serang, Yhannu Setyawan melakukan aktifitas pagi dengan berkunjung ke Pasar Tamansari di Kota Serang, Banten. Yhannu berbelanja sejumlah kebutuhan pokok seperti sayur-sayuran, cabai dan Telur. Tidak lupa, ia juga membeli sejumlah makanan tradisional khas kota Serang. Minggu (12/11/2017)

Ditemani dengan Istrinya Lia Riesta Dewi, Yhannu disambut baik pedagang. Ia berbincang akrab dengan seluruh pedagang yang ada di pasar dan menanyakan apa permasalahan mereka hadapi. Mereka pun mengutarakan keluhannya baik seputar sepinya pasar hingga soal fasilitas infrastruktur pasar.

“Banyak pedagang yang jualan di luar pasar, akibatnya pasar ini sepi pengunjung, padahal pasar ini resmi milik Pemerintah,” kata salah satu pedagang di pasar tersebut.

Mendengar persoalan tersebut, menurut Yhannu, harus ada penataan ulang pasar ini, agar diminati pembeli. Mulai dari tata ruang, hingga kebersihan.

Blusukan ke Pasar Tradisional, Yhannu Belanja Makanan Khas Kota Serang Blusukan ke Pasar Tradisional, Yhannu Belanja Makanan Khas Kota Serang

Yhannu mengatakan, jika nanti dirinya dipercaya untuk menjadi walikota Serang, ia akan membuat pasar tradisional kembali nyaman untuk para penjual dan pembeli yang berbelanja. “Kita akan membuat pasar tradisonal ramai dikunjungi pembeli,” kata dia. Selasa (14/11/2017)

Keberadaan pasar tradisional sangat penting di tengah masyarakat. Pasar merupakan tempat interaksi antara warga dengan pembeli. Pasar merupakan ruang publik tempat silaturahmi antar warga. Karena itu, pasar harus ramah bagi anak-anak dan keluarga. “Pasar tradisional bagi saya cukup penting‎ ‎keberadaannya. Karena di pasar terjadi interaksi masyarakat. Ada juga yang menginginkan Kota Serang menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya.

Baca juga :  Revitalisasi Banten Lama Diprotes, WH : Terlalu Aneh Dan Tendensius