Beranda Peristiwa Kabupaten Lebak Bupati Lebak Ngamuk Lihat Tumpukan Sampah di Pinggir Sungai Ciujung

Bupati Lebak Ngamuk Lihat Tumpukan Sampah di Pinggir Sungai Ciujung

568
BAGIKAN
Bupati Lebak Ngamuk Lihat Tumpukan Sampah di Pinggir Sungai Ciujung
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya memungut sampah di pinggir sungai Ciujung, Rangkasbitung. Jumat (3/11/2017)

RANGKASBITUNG, Pelitabanten.com – Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya langsung naik pitam dan ngamuk saat melihat tumpukan sampah di bibir Sungai Ciujung, Rangkasbitung, Jumat (3/11/2017). Peristiwa tersebut terjadi saat Iti Octavia Jayabaya berada di dalam mobil, tengah keliling melakukan kegiatan Jumat bersih (jumsih) dan monitoring di wilayah Rangkasbitung.

Spontan saja Bupati Lebak bergegas turun dari mobil yang ditumpanginya saat melihat tumpukan sampah di bawah jembatan.

Dengan mengenakan masker, Bupati Lebak bersama jajarannya langsung memungut sampah yang berserakan di bawah jembatanSungai Ciujung.

“Jeung naon insentif naek ari pagawean doang kieu. Dilaporkeun ku aing ka Presiden! (Buat apa insentif naik kalau kerjaan kayak begini. Saya laporin ke Presiden!),” kata Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya. Jumat (3/11/2017)

Menurutnya, bukan pertama kali ini saja dirinya melihat tumpukan sampah di lokasi tersebut. Dengan nada tinggi, Iti menyuruh warga membersihkan sampah-sampah yang dinilainya merusak pemandangan dan rentan menimbulkan berbagai penyakit.

“Gila aing! Mantak mah sakali dua kali aing kadieu, iyeu mah berkali-kali kadieu masih keneh bae loba sampah. Coba kadieu wargana titah mulungan sampah hiji-hiji (Jijik saya! Bukan sekali dua kali saya kesini, tapi masih aja banyak sampah. Coba itu warganya ke sini suruh mungutin satu-satu,” ucap Iti Octavia Jayabaya

Menurutnya,, selama ini banyak daerah aliran sungai (DAS) di Kabupaten Lebak dijadikan tempat pembuangan sampah sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Apalagi, memasuki musim hujan bisa menimbulkan banjir juga menularkan berbagai penyakit menular.

Sebab saat ini aliran sungai masih dimanfaatkan oleh warga untuk kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK). Selain itu, juga terdapat habitat ekosistem yang ada di sungai tersebut.

Kerugian paling besar membuang sampah sembarangan itu, selain menimbulkan pencemaran juga mengganggu kesehatan masyarakat.

“Kami minta masyarakat ataupun perusahaan dapat menjaga pelestarian sungai dengan tidak membuang sampah maupun limbah,” katanya.

BAGIKAN