Beranda Peristiwa Kota Tangerang Ketua Umum IPTI Ardy Susanto Siap Jadi Walikota Tangerang

Ketua Umum IPTI Ardy Susanto Siap Jadi Walikota Tangerang

170
BAGIKAN
Ketua Umum IPTI Ardy Susanto Siap Jadi Walikota Tangerang

KOTA TANGERANG PelitaBanten.com – Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) bakal mengusung tokoh muda di Pemilihan Walikota Tangerang, Banten pada tahun 2018 mendatang. Salah satu tokoh muda yang didorong adalah Ketua Umum Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI) Ardy Susanto.

Ardy, sapaan akrabnya, mengakui sudah diundang secara resmi sebagai bakal calon Walikota Tangerang oleh Desk Pilkada Pusat melalui DPC Kota Tangerang untuk melakukan uji kelayakan dan kepatutan.

“Uji kelayakan ini dalam rangka memperdalam visi dan misi bakal calon Wali Kota Tangerang periode 2018-2023,” ujar Ardy dalam keterangannya, Senin (30/10).

Ardy menceritakan bahwa surat dari DPC PKB ditandatangani oleh Ketua DPC PKB Kemal Fasya Madjid dan Sekretaris Mishbahuddin tertanggal 25 Oktober 2017. Seharusnya, lanjut dia, dirinya menjalani uji kelayakan dan kepatutan pada 26 Oktober 2017.

“Tetapi karena saya sebagai penyelenggara acara Jambore Kebangsaan di Cibodas sehingga uji kelayakan dan kepatutan dijadwalkan ulang pada hari Sabtu 28 Oktober 2017, tepat hari Sumpah Pemuda,” ungkap dia.

Kader muda PKB ini, mengaku siap secara lahir dan batin jika ditugaskan oleh partai menjadi calon Wali Kota Tangerang. Apalagi, Ardy mengaku sudah pernah menjadi calon legislatif dari PKB untuk dapil Banten 3 pada Pileg 2014 yang lalu.

“Saat uji kelayakan, ditanya apakah saya siap apabila diusung oleh DPP? Saya jawab sebagai Kader PKB saya harus siap lahir dan batin kapan dan dimana saja untuk ditugaskan oleh Partai,” tegas dia.

Langkah selanjut yang dilakukan Ardy adalah melakukan konsolidasi baik di internal parpol maupun di masyarakat serta relewan dan komunitas. Menurut dia, poin pentingnya adalah menarik simpati masyarakat Kota Tangerang untuk memilih dirinya.

“Menarik simpati masyarakat tentunya tidak bisa dilakukan tanpa ada kerja nyata, harus dibuktikan dengan rekam jejak, dan didukung oleh kualitas dan integritas,” pungkas dia.***