Kapolres Tangerang Selatan dan Najwa Shihab Resmikan Pojok Baca Polres Tangsel

Kapolres Tangerang Selatan dan Najwa Shihab Resmikan Pojok Baca Polres Tangsel
Polres Kota Tangerang Selatan menggelar launching pojok baca bersama presenter sekaligus duta baca Nazwa Shihab di Satpas Polres Tangsel, Jalan Makam Pahlawan Seribu, Cilenggang, Serpong Tangerang Selatan, Rabu, (25/10/17).

SELATAN, Pelitabanten.com – Kepolisian Resort (Polres) Kota Selatan menggelar launching Pojok Baca bersama  presenter sekaligus duta baca Nazwa Shihab di Satpas Polres Tangsel, Jalan Makam Seribu, Cilenggang, Tangerang Selatan, Rabu, (25/10/17).

Kapolres AKBP Fadli Widiyanto mengatakan, ruang Pojok Baca diharapkan dapat menambah wawasan lebih luas bagi yang membaca. Selain itu juga untuk meningkatkan buku, bagi siapa saja terutama generasi muda. E-Library Polres Tangsel ini menjadi ruang baru bagi pecinta ilmu pengetahuan.

“Karena adalah jendela pengetahuan. Sehingga Indonesia harus memiliki ilmu pengetahuan yang luas. Sebuah Negara akan terus bertambah besar dengan ilmu pengetahuan. jika semua mampu berfikir luas, akan terhindar dari hoax, dan berfikir sempit namun mampu berfikir nasional dan menyeluruh,” papar Kapolres AKBP Fadli Widiyanto. Rabu (25/10/2017)

Baca Juga:  Dukungan Parpol untuk Topari Terus Bertambah

Lebih lanjut Kapolres AKBP Fadli Widiyanto menyampaikan rencananya Pojok Baca akan dikembangkan sampai  ke seluruh polsek yang masuk wilayah hukum Selatan. Bila perlu dalam tahanan akan disediakan Pojok Baca Buku.

“Kebanyakan saat ini orang lebih suka melihat Handphone dan mengesampingkan buku. Kami ingin tahanan Polres juga nantinya dapat memanfaatkan Pojok Baca yang kita harapkan berguna nantinya,” imbuh Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widiyanto.

Duta Baca Najwa Shihab juga menyampaikan, teman-teman pustaka terus bergerak melakukan berbagai cara kampanye membaca, termasuk yang dilakukan kepolisian. Ia merasa tugas Duta Baca akan semakin ringan bila ada pihak yang peduli seperti Polres Tangsel.

Menurutnya, selama ini forum baca yang tersebar di Indonesia ada sekitar 7000 lokasi. Indonesia masih sangat mengandalkan -buku cetakan. Terutama untuk wilayah yang sulit dijangkau, seperti Papua.

Baca Juga:  Masyarakat Desa Cibuah Lakukan Aksi Unjuk Rasa Akibat Penutupan Akses Jalan

Berbeda dengan masyarakat di perkotaaan yang sudah akrab dengan iPusnas, yakni aplikasi digital. Semuanya tentang ilmu pengetahuan bisa dilihat melalui berbagai macam perangkat komputer atau android.

“Polres menunjukan betapa kepeduliannya tentang kampanye cinta literasi,” ucap Najwa Shihab. (Ajis)