Beranda Budaya Mak Gobed Goyang Museum Multatuli Rangkasbitung

Mak Gobed Goyang Museum Multatuli Rangkasbitung

233
BAGIKAN
Mak Gobed Goyang Museum Multatuli Rangkasbitung
Mak Gobed sapaan akrab Cj. Ade Maya, SN saat memberikan materi Tari Tardisional di workshop seni Dewan Kesenian Lebak, Minggu (22/10/2017).

LEBAK, Pelitabanten.com – Museum Multatuli yang berdampingan dengan perpustakaan Saidjah Adinda siang itu tampak terlihat lengang. Sekelompok remaja satu persatu berdatangan untuk suatu kegiatan setiap Sabtu dan Minggu mengikuti workshop seni. Tari tradisional adalah materi workshop terakhir dalam rangkaian Banten Gawe Art #2 diselenggarakan Dewan Kesenian Kabupaten Lebak (DKL) bekerjasama Dewan Kesenian Banten (DKB) di pendopo Museum Multatuli berlokasi di Jl. Alun-Alun Timur No. 8 Kel. Rangkasbitung Barat, Kec. Rangkasbitung, Lebak – Banten, Minggu (22/10/2017).

Hadir sebagai pemateri dalam workshop tersebut, Mak Gobed sapaan akrab Cj. Ade Maya, SN seorang penari yang juga berporfesi sebagai instruktur senam yang namanya cukup populer di wilayah Rangkasbitung dan sekitarnya. Jadwal senam tersebut antara lain: di Periuk setiap Senin jam 4 sore sekira seratus meter dari kediamannya di komplek BTN Pepabri Pariuk Blok B No. 64  RT 01/ RW 03 Pariuk Aweh, Rangkasbitung; GYM Palm Ciruas, Serang, Selasa dan Kamis jam 4 sore; di Cikeusal, Serang setiap Rabu sore; PT  Pacifik Citeras, setiap Jumat jam 4 sore; di Polres Lebak setiap Jumat pagi dan juga melatih tari di sanggar Putra Panglipur setiap Sabtu jam 4 sore.

Alumni Akademi Seni Tari (ASTI) Bandung tahun 2004 yang pernah tampil menari dalam perhelatan akbar Hari Ulang Tahun RCTI ke 15 ini mengajak peserta workshop yang berjumlah 60-an orang – yang terdiri dari siswa/siswi SMA Negeri 2 Rangkasbitung, SMA Negeri 3 Rangkasbitung, SMP Negeri 5 Rangkasbitung, SMK Negeri 1 Rangkasbitung, SMK Setiabudhi Rangkasbitung, dan SMK Ikhlas Multiprogram Jawilan – untuk melestarikan kesenian tradisional terlebih tari tradisi.

“Generasi muda tidak boleh melupakan budaya sendiri, meski jaman telah berubah namun kita harus bisa fleksibel mengikutinya,” ucap Mak Gobed di hadapan peserta.

Dalam workshop tersebut, peserta diberikan materi dasar tentang tarian tradisional mulai dari gerakan Ukel, Trisi Capang dan Selut hingga ke bentuk-bentuk tarian daerah lain seperti tari Bali, lenggang Betawi dan lain-lain. Hal ini dimaksudkan agar generasi muda tidak hanya mengenal akan tetapi mereka mau memelihara seni tradisinya.

“Pengetahuan tentang tari tradisional perlu disampaikan supaya mereka tertarik untuk mengenal dan mengingat lalu memelihara budaya yang sudah menjadi warisan nenek moyang. Bukan hanya berlaku pada siswa sebagai media penyalur seni, tapi pekerja seni, pelaku, pemerhati, penggerak terlebih bagi pemerintah daerah agar memberikan perhatian lebih kepada pelestarian dan pengembangan seni budaya,” tandasnya.

Ketua Dewan Kesenia Lebak, Rubama menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada pihak-pihak yang telah terlibat dalam kegiatan workshop Banten Gawe Art#2 yang telah berlangsung selama tiga minggu berturut-turut.

“Kami selaku pengurus Dewan Kesenian Lebak mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Lebak yang telah mengijinkan aula Museum Multatuli dijadikan tempat berlangsungnya kegiatan workshop seni, kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak, dalam hal ini Kasi Permuseuman dan Cagar Budaya, kepada seluruh pemateri atau narasumber yang telah memberikan ilmunya kepada peserta, kepada pengurus DKL dan panitia yang telah bekerja keras, cerdas dan ikhlas atas terlesenggaranya kagiatan ini dan terakhir kepada dewan guru yang telah mengijinkan murid-muridnya untuk hadir dan setia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” ujar Rubama.

Workshop Seni Banten Gawe Art #2 DKB dilaksanakan DKL setiap Sabtu dan Minggu selama 3 minggu berturut-turut yakni, Workshop Kepenulisan, Sabtu, 07 Oktober 2017, Workshop Seni Rupa, Minggu, 08 Oktober 2017, Workshop Film Dokumenter, Sabtu, 14 Oktober 2017, Workshop Musik, Minggu, 15 Oktober 2017, Workshop Keaktoran dan Artistik, Sabtu, 21 Oktober 2017, dan terakhir Workshop Tari Tradisional, Minggu, 22 Oktober 2017.