Beranda Jurnalis Warga Lintas Komisariat DPC GMNI Lebak Gelar Pekan Penerimaan Anggota Baru

Lintas Komisariat DPC GMNI Lebak Gelar Pekan Penerimaan Anggota Baru

582
BAGIKAN
Lintas Komisariat DPC GMNI Lebak Gelar Pekan Penerimaan Anggota Baru
Wakil Bupati Lebak, H. Ade Sumardi (berkemeja putih) berbincang dengan anggota Komisariat DPC GMNI Lebak

LEBAK, Pelitabanten.com – Empat Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Lebak melaksanakan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) Lintas Komisariat di Villa Suma, Kec. Bayah, Kabupaten Lebak-Banten selama dua hari (7-8/10/2017).

Keempat komisariat adalah: Komisariat Setia Budhi Raya,  Komisariat Amik Wira Nusantara,  Komisariat Management Latansa Mashiro, dan Komisariat Akuntansi Latansa Mashiro.

PPAB  yang dihadiri oleh Wakil Bupati Lebak, H. Ade Sumardi dalam sambutannya mengatakan bahwa mahasiswa merupakan pemimpin masa depan.

“Mahasiswa merupakan calon pemimpin dimasa depan, tentu membutuhkan proses yang sangat panjang layaknya proses untuk menjadi sebuah emas, maka ikutilah proses kaderisasi ini dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Bung Riansyah Ketua DPC GMNI Lebak mengatakan bahwa mahasiswa harus belajar cerdas dalam mencintai Indonesia dan kami juga ingin melahirkan mahasiswa yang tidak hanya berangkat ngampus dan pulang ke rumah/kost saja.

“Akan tetapi menjadikannya iron stock sebagai pemimpin dimasa depan yang setia pada pancasila dan mengamalkan asas perjuangan marhaenisme sebagai pisau analisis untuk membedah segala permasalahan dimasyarakat, ucapnya.

Sarinah Rianti, perserta PPAB asal komisariat Setia Budhi Raya mengungkapkan kegembiraannya bisa bergabung di GMNI menurutnya dengan masuk di GMNI bisa menambah nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme indonesia pada dirinya. selain itu, dapat lebih banyak belajar tentang pemikiran-pemikiran Sukarno sebagai Proklamator sekaligus Presiden RI pertama.

“Di GMNI saya banyak belajar tentang nasionalisme. Memperoleh banyak wawasan tentang pemikiran Proklamator, Sukarno Presiden Presiden Republik Indonesia pertama,” pungkas Rinati. (Romako)

BAGIKAN