Beranda Bisnis Bupati Lebak Dorong Pelaku Usaha Pasarkan Produknya Lewat Jaringan Internet

Bupati Lebak Dorong Pelaku Usaha Pasarkan Produknya Lewat Jaringan Internet

658
Bupati Lebak Dorong Pelaku Usaha Pasarkan Produknya Lewat Jaringan Internet
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat sedang melihat produk UMKM dari masyarakat Lebak. Selasa (26/9/2017)

LEBAK, Pelitabanten.com – Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Lebak memiliki berbagai varian produk yang beragam. Mulai dari kerajinan tangan, kuliner hingga pengolahan sumber daya alam. Di antara produk UMKM Kabupaten tersebut antara lain gula semut, dompet, tas, kerupuk emping, kerajinan bambu, anyaman pandan, batik, abon ikan, sale pisang, batu fosil, permata kalimaya dan kuliner makanan tradisional.

Di samping itu ada juga kerajinan tangan dari masyarakat Badui, seperti tas koja, golok, kain tenun, minuman jahe dan aneka souvenir yang menggunakan bahan baku batok kelapa.

Menurut Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat, sudah seharusnya produk UMKM Lebak dipasarkan lewat jaringan internet atau daring.

“Kami berharap semua produk UMKM dapat dipasarkan melalui teknologi internet secara online,” kata Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat menghadiri Seminar Koperasi di Lebak, Selasa (26/9/2017).

Selama ini, pelaku UMKM di Kabupaten Lebak sebagian besar sudah memiliki lembaga usaha dengan mendirikan koperasi. Namun, sejauh ini pelaku UMKM belum seluruhnya memanfaatkan media teknologi jaringan internet untuk pemasaran. Pemasaran melalui daring tentu dapat meningkatkan omzet penjualan karena dikenal luas oleh masyarakat.

Baca juga :  Pameran Seni Rupa dan Lelang Karya Anak Berkebutuhan Khusus Digelar di Museum Negeri Banten

Pemerintah Kabupaten Lebak mendorong pelaku UMKM agar memasarkan melalui teknologi digitalisasi internet atau dapat dipasarkan secara mandiri dengan memanfaatkan media sosial (medsos).

Kepala Dinas UKM dan Koperasi Babay Imroni mengatakan, saat ini jumlah UMKM tercatat 49.538 unit usaha dan menyerap tenaga kerja sekitar 90 ribu orang. Pelaku UMKM tumbuh dan berkembang sehingga dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat. “Kami minta pelaku UMKM dapat meningkatkan produknya sehingga bisa bersaing,” katanya.