Lifestyle Film Film ‘Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak’ Siap Tayang di Indonesia

Film ‘Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak’ Siap Tayang di Indonesia

Film ‘Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak’ Siap Tayang di Indonesia
Sutradara Mouly Surya bersama para pemain film ‘Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak’, Marsha Timothy, Yoga Pratama, Dea Panendra dan Egi Fredly.

, Pelitabanten.com – Setelah berkeliling di sejumlah ajang internasional bergengsi, kini giliran ‘Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak’ bakal diputar di seluruh bioskop di tanah air pada pertengahan November 2017 mendatang. Film besutan sutradara yang dibintangi Marsha Timothy ini, sudah sempat masuk dalam seleksi festival film Cannes pada Mei 2017 lalu dan juga Toronto International Film Festival baru-baru ini.

“Kemarin kita dapat pengalaman menarik, karena sambutan penonton dan kritikus film sangat . Di antara respon para itu ada yang menyebut bahwa isu dalam film ini sebenarnya cukup berat, tapi bisa dinikmati dan menjadi sebuah ,” ucap Mouly di Jakarta, Senin (25/9).

Mouly merasa lega film keduanya ini dapat diputar di Indonesia. Terlebih, sejak berhasil terseleksi pada festival Cannes, film berdurasi 90 menit juga sudah dijadwalkan akan diputar di  delapan belas negara, di antaranya, Amerika, Kanada, Perancis, Thailand, dan Singapura.

Baca Juga:  Lirik Lagu Kala Cinta Menggoda - Noah

Sementara bagi aktris Marsha Timothy, Marlina di film ini, kesempatan emas semacam ini  bisa jadi merupakan yang pertama dan terakhir. “Saya bilang mungkin. Soalnya ini benar-benar kesempatan yang luar biasa. Bisa masuk festival bergengsi dan filmnya bisa diputar di banyak negara di luar negeri. Tapi saya tetap berharap ke depan akan ada film Indonesia yang bisa masuk ke pasar internasional,” kata istri Vina G Bastian ini.

Film ‘Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak’ diangkat dari kisah nyata seorang janda di Sumba Nusa Tenggara Barat, yang memenggal kepala seorang perampok dan dibawa ke polisi. Skenarionya digarap oleh Maouly Surya dan Rama Adi, berdasarkan ide cerita yang ditulis oleh Garin Nugroho. (Galuh Wibie)