Beranda Komunitas Diusir Saat Gelaran Buku, Komunitas Motor Literasi Chapter Tangerang Menyayangkan Sikap Petugas...

Diusir Saat Gelaran Buku, Komunitas Motor Literasi Chapter Tangerang Menyayangkan Sikap Petugas Keamanan

3747
BAGIKAN
Diusir Saat Gelaran Buku, Komunitas Motor Literasi Chapter Tangerang Menyayangkan Sikap Petugas Keamanan
Sonil, Ketua MOLI Chapter Tangerang saat menjelaskan kegiatan gelaran buku di area perumahan Talaga Bestari, Kabupaten Tangerang, Minggu (24/9/2017)

KABUPATEN TANGERANG, Pelitabanten.com – Pengusiran yang dilakukan oleh petugas keamanan Perumahan Talaga Bestari yang berlokasi di Desa Cibadak, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang-Banten sangat disayangkan oleh Sonil, Ketua Motor Literasi (MOLI) Chapter Kabupaten Tangerang.

Pasalnya, Minggu pagi (24/9/2017) seperti biasa melakukan gelaran buku sebagai agenda rutin komunitas MOLI dalam rangka Kampanye Gemar Membaca kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Tangerang yang kebetulan dipusatkan di area sekitar perumahan Talaga Bestari.

Lokasi kegiatan gelaran buku pun ditentukan di tempat-tempat keramaian publik dimana masyarakat menjalani aktifitas di pagi hari seperti berolahraga, jogging atau hanya sekedar jalan-jalan menghirup segarnya udara pagi.

Saat Sonil bersama enam rekannya baru saja selesai merapihkan buku-buku yang digelar diatas terpal kuning, tiba-tiba datang tiga orang satpam dengan sikap yang kurang berkenan mengusir relawan MOLI dari lokasi.

Satu dari tiga petugas keamanan yang mengenakan jaket loreng dari ormas tertentu meminta relawan MOLI untuk membereskan buku-buku yang baru saja digelar karena disangka pedagang dan dengan sikap yang tidak ramah dan kasar meminta untuk tidak melakukan kegiatan di tempat itu.

“Sudah dijelaskan berkali-kali tapi petugas keamanan itu tidak mengerti jika kami hanya melakukan gelaran buku dalam rangka mengkampanyekan budaya gemar mambaca bagi masyarakat Tangerang. Eh, malah disangkanya kami pedagang, padahal sudah dijelaskan berulang-ulang,” terang Sonil kepada Pelitabanten.com.

Menurut Sonil, lokasi tempat gelaran buku merupakan area taman yang biasa dijadikan tempat nongkrong anak-anak muda dan posisinya di luar area penjagaan petugas keamanan.

“Hanya taman tapi bukan taman yang dilarang untuk diinjak atau dijadikan tempat nongrong. Anak-anak muda juga pada nongkrong di area situ, dan posisinya di luar, jauh dari gerbang parkiran,” ujarnya.

“Tidak ada plang yang menandakan larangan, bisa dilihat di sekitar, banyak muda-mudi nongkrong dengan memarkirkan motor-motornya, nah kita cama parkir buku-buku diusir tanpa ditunjukan tempat yang bisa digelari,” imbuhnya.

Meski akhirnya Sonil dan kawan-kawan harus pindah lokasi namun kejadian tersebut sangat disayangkan karena ternyata masih ada masyarakat yang belum bersimpati pada upaya-upaya Relawan Literasi untuk mengajak masyarakat gemar membaca.