Beranda Peristiwa Kabupaten Pandeglang Bebegig dan Kolecer Ramaikan Festival Pesona Tanjung Lesung

Bebegig dan Kolecer Ramaikan Festival Pesona Tanjung Lesung

494
Bebegig dan Kolecer Ramaikan Festival Pesona Tanjung Lesung
Sejumlah Kolecer atau kincir angin yang dipamerkan di Festival Pesona Tanjung Lesung 2017

PANDEGLANG, Pelitabanten.com – Hari kedua Festival Pesona Tanjung Lesung 2017 yang dilaksanakan di area Beach Club menyuguhkan berbagai acara menarik seperti Pasar Kolecer yang menampilkan beragam suguhan kuliner khas Banten serta cenderamata kerajinan masyarakat Pandeglang yang menarik perhatian pengunjung.

Salah satu acara unik yang digelar dalam Festival adalah Workshop Bebegig dan Kolecer.  Acara yang dilaksanakan di tenda utama Pasar Kolecer ini merupakan gagasan Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Administrator KEK Tanjung Lesung untuk lebih mengakrabkan generasi muda dengan kekayaan tradisi dan warisan budaya Banten.

Menurut Endang Permana, salah satu instruktur yang mengajarkan para peserta bagaimana membuat kolecer dan bebegig sederhana kegiatan ini dilakukan agar anak-anak muda Banten tidak melupakan budaya lokal.

“Juga agar anak-anak muda tidak terbius budaya luar karena bebegig ini merupakan tradisi orang-orang perkampungan, khususnya. Jadi, ini adalah budaya khas Indonesia. Dan harapannya, semoga bebegig dan kolecer ini bisa mendunia,” ujarnya, Sabtu (23/9/2017).

Bebegig dan Kolecer Ramaikan Festival Pesona Tanjung Lesung Bebegig dan Kolecer Ramaikan Festival Pesona Tanjung Lesung

Setelah memahami bagaimana cara membuatnya, para peserta tampak antusias untuk mencoba membuat sendiri. Sebagian besar peserta adalah murid-murid dari sejumlah sekolah menengah yang juga merupakan anggota Pramuka Kuarda Banten.

Ada nilai lebih dari kegiatan ini yaitu setiap peserta berkesempatan untuk saling mengenal teman-teman mereka yang berasal dari sekolah lain. Setelah mendengarkan penjelasan yang disampaikan, para peserta dikelompokan menjadi dua; membuat kolecer dan bebegig. Kolecer dan bebegig yang dibuat oleh mereka kemudian diberi dinilai, dan yang terbaik mendapat hadiah hiburan.

“Fokus kegiatan ini adalah memberikan kesempatan kaum muda untuk dapat mengenal dan mempelajari seni dan budaya Banten, dan bukannya berkompetisi,” pungka Endang.