Beranda Peristiwa Kota Serang Sebanyak 15 Orang Meninggal Dunia Jemaah Haji Asal Banten

Sebanyak 15 Orang Meninggal Dunia Jemaah Haji Asal Banten

1865
Sebanyak 15 Orang Meninggal Dunia Jemaah Haji Asal Banten
Jemaah Haji asal Indonesia

SERANG, Pelitabanten.com – Senyak 15 orang dari 9.420 haji asal Provinsi Banten meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji di tanah suci Mekah. Kabar tersebut diutarakan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (kemenag) Banten Haji Bazari Syam di Serang, Kamis (21/9/2017).

Bazari menyebutkan jumlah anggota jemaah haji asal Banten yang sudah kembali ke Tanah Air sekitar 4.000 orang dari delapan kabupaten/kota di provinsi Banten. Sisanya masih berada di Mekah dan sudah mulai bergeser ke Madinah.

“Kloter terakhir asal Banten akan tiba di Tanah Air pada tanggal 4 Oktober mendatang. Mudah-mudahan semuanya bisa kembali dengan selamat,” katanya.

Menurut dia, hasil evaluasi dari sisi pelayanan sudah cukup bagus. Namun, bagi calon anggota jemaah haji perlu adanya pembekalan secara lebih intensif terkait dengan kondisi kesehatan dan pemeriksaan kesehatan sebelum mereka berangkat.

“Memang banyak yang risiko tinggi dari sisi medis sehingga perlu pembekalan yang intensif. Dengan demikian, mereka paham kondisi kesehatannya dan obat apa yang harus diminumnya,” kata Bazari Syam.

Sementara itu, ibadah haji dari sisi pelaksanaan, menurut dia, lebih pada penggunaan fisik sehingga perlu menjaga kesehatan badan. Terkait dengan jumlah anggota jemaah yang meninggal dunia, dia mengatakan bahwa pada tahun ini lebih banyak daripada musim haji 2016.

Baca juga :  Tiga Pelaku Penipuan dan Penggelapan Berhasil Diringkus Polsek Karawaci

“Yang meninggal pada tahun ini 15 orang, sedangkan pada tahun lalu delapan orang,” katanya.

Sebelumnya, kuota haji untuk Provinsi Banten setiap tahun rata-rata sekitar 8.450 orang, mulai pada tahun ini, kuota haji ada penambahan, yakni menjadi 9.420 orang.

“Mudah-mudahan ada penambahan terus kuotanya sehingga daftar tunggunya tidak sampai 17 sampai 20 tahun. Sekarang ‘waiting list’-nya 15 tahunan,” kata Bazari Syam.