Beranda Travel Sejarah Eks Tambang Emas Cikotok Resmi Jadi Objek Wisata Cagar Budaya

Eks Tambang Emas Cikotok Resmi Jadi Objek Wisata Cagar Budaya

1784
BAGIKAN
Eks Tambang Emas Cikotok Resmi Jadi Objek Wisata Cagar Budaya
Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak H. Ir. Dede Jaelani, M.Si meresmikan Taman Derek Eks Tambang Emas Cikotok PT. Antam (Persero) Rabu, (20/9/2017)

LEBAK, Pelitabanten.com – Setelah Indonesia merdeka, tambang emas Cikotok berada di bawah pengawasan Jawatan Pertambangan Republik Indonesia hingga berubah status menjadi Perusahaan Negara pada 1960. Pada 5 Juli 1968, tambang emas Cikotok dimerjer bersama enam perusahaan tambang lainnya dan menjadi cikal bakal PT Antam (Persero) Tbk (Antam).

Tambang emas cikotok adalah tambang pertama yang dimiliki Indonesia yang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Penambangan emas Cikotok awalnya dilakukan oleh perusahaan Belanda pada 1936, tetapi berhenti pada 1939, saat pecah Perang Dunia II. Kegiatan penambangan kembali dilanjutkan ketika Jepang menduduki Indonesia.

Antam mengakhiri kegiatan penambangan pada 2008 dan telah menyelesaikan kewajiban pasca tambang pada 2015. Dan saat ini, Antam membangun kembali salah satu fasilitas eks-tambang emas Cikotok untuk wisata cagar budaya.

Berlokasi SMKN 1 Cibeber, kabupaten Lebak prov. Banten, Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak H. Ir. Dede Jaelani, M.Si meresmikan Taman Derek Eks Tambang Emas Cikotok PT. Antam (Persero) dihadiri oleh beberapa pejabat daerah, camat Cibeber, kepala desa Cikotok, tokoh masyarakat, serta para kepala sekolah yg ada di kecamatan Cibeber.

“Taman ini merupaka taman sejarah pertambangan Emas di Cikotok, dan merupakan salah satu taman yangg menjadi ikon baru di kecamatan Cibeber”, ujar Sekda dalam sambutannya, Rabu (20/09/2017).

Taman Derek, awalnya merupakan “Shaft Derrick” (sumur derek/kerekan) adalah sumuran satu lubang bukaan vertikal yang menghubungkan tambang bawah tanah dengan permukaan bumi.

Sumur derek ini dibangun pada th. 1940 dengan kedalaman lubang vertikal setinggi 110 meter, berkapasitas 800 kg terdiri dari ‘hoist’ (kabel baja), ‘cage’ (wadah pengangkut barang/orang), dan ‘winder’ (kumpulan kabel baja).

Sumur derek berfungsi sebagai jalan pengangkut karyawan, alat-alat kebutuhan tambang, penirisan, ventilasi, dan lain lain.

Sumur utama ini menghubungkan permukaan dengan beberapa tingkatan lubang di bawahnya dan langsung menuju tingkatan level 300. Sumur lain yang ada di dalamnya dengan kedalaman horizontal 40 meter (7-20) disebut ‘blind shaft’ menghubungkan tingkatan/level 300 dgn tingkatan / level 400 (tingkatan lubang kerja yang paling rendah di cikotok). (Sumber sejarah:-Djumena seorang pensiunan ANTAM dan pelaku tambang derek-brosur PN tambang Mas Tjikotok hal. 7).

Wisnu Wirandi (Penggiat Budaya  Kemendikbud zona kab. Lebak-Banten)