Beranda Pendidikan LDKS Ponpes Daarul Ishlah Cetak Pemimpin Masa Depan

LDKS Ponpes Daarul Ishlah Cetak Pemimpin Masa Depan

295
LDKS Ponpes Daarul Ishlah Cetak Pemimpin Masa Depan
Wakil Pimpinan Ponpes Daarus Ishlah, Dr. Ratu Amaliah Hayani, M.Pd, saat memberikan sambutan.

CILEGON, Pelitabanten.com – Sebuah organisasi dapat berjalan dengan baik, jika para pemimpin atau pengurus yang menjalankannya bersifat amanah dan dapat berkolaborasi dengan baik. Amanah merupakan karakter mutlak yang perlu dimiliki oleh setiap pengurus organisasi. Tanpanya, roda organisasi sulit berjalan dengan baik. Oleh karenanya, Latihan dasar kepemimpinan santri memiliki peran penting dalam ranah organisasi.

Kepengurusan organisasi akan sulit berkembang jika para pengurus di dalamnya sibuk dengan urusan pribadi dan mengesampingkan kolaborasi. Kolaborasi antarsesama pengurus mutlak pula diperlukan. Dengan kolaborasi kepengurusan dapat menjadi kuat dan sinergisitas dapat terbangun dengan baik.

Latihan Dasar Kepemimpinan Santri Ponpes Daarul Ishlah Cilegon dilakukan selama dua hari, (14-15/9/2017). Dalam sambutannya, Wakil Pimpinan Ponpes Daarus Ishlah, Dr. Ratu Amaliah Hayani, M.Pd, menyampaikan kegiatan LDKS di Ponpes Daarul Ishlah bukan sekedar seremonial, tetapi dilakukan untuk untuk menyiapkan pengurus yang bermutu.

“Organisasi tidak akan berjalan dengan baik jika pengurusnya tidak bermutu. Keberhasilan sebuah organisasi terletak pada kerja sama pengurus organisasi dan kemampuan para pengurus untuk mengkatulisasikan program kerja serta didukung dengan sikap disiplin, amanah dan bertanggung jawab dalam menjalankan kepengurusan,”ungkapnya di hadapan peserta, Kamis (14/9/2017).

Dalam rangka membangun sikap-sikap tersebut, Latihan Dasar Kepemimpinan Santri sangat dibutuhkan keberadaannya. Santri, selain dilatih untuk piawai dalam persoalan keagamaan dan pengetahuan, perlu pula dilatih dalam kepemimpinan, terlebih bagi mereka yang diamanahkan menjadi pengurus. Sehingga, ketika menjalankan kepengurusan di Pondok Pesantren Daarul Ishlah para santri yang diamanahkan menjadi pengurus akan lebih terarah dalam melakukannya.

Materi di hari pertama adalah materi-materi yang berisikan dengan teori-teori kepemimpinan, meliputi self leadership, the clear vision, manajemen organisasi dan pembuatan program kerja selama satu tahun kepengurusan.

Di hari kedua materi LDKS lebih banyak diberikan di luar kelas. Materi yang diberikan berupa permainan kerjasama tim, seperti memindahkan bola plastik besar dengan menggunakan tali secara bersama-sama, memindahkan bola tenis meja dengan menggunakan paralon dan air dan sebagainya.

Tujuan diberikan materi-materi permainan ini agar para pengurus mampu bekerja sama dan berkolaborasi dalam mengemban amanah kepengurusan.

LDKS yang diselenggarakan di Ponpes Daarul Ishlah dapat dijadikan modal berharga bagi para santri untuk piawai dalam berorganisasi.

“Kegiatan ini (LDKS) dilakukan dalam rangka menyiapkan pemimpin-pemimpin masa depan. Daarul Ishlah sebagai lembaga pendidikan berbasis pesantren selalu siap dalam membentuk dan menyiapkan para santri untuk menjadi pemimpin masa depan,” pungkas Ratu Amaliah.