Beranda Lifestyle Ratusan Gamer Ikuti Turnamen Dota 2 di BSD City

Ratusan Gamer Ikuti Turnamen Dota 2 di BSD City

308
BAGIKAN
Ratusan Gamer Ikuti Turnamen Dota 2 di BSD City
Sebanyak 300 peserta gamer se-Jabodetabek dan Bandung bertanding Dota 2 di BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. Sabtu (9/8/2017).

TANGERANG, Pelitabanten.com – Para pecinta game online dari berbagai daerah se-Jabodetabek dan Bandung berkumpul untuk mengikuti kompetisi Digi Battle Arena di BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten pada Sabtu (9/8/2017).

Kehadiran para gamer yang diikuti sebanyak 300 peserta ini akan bertanding Dota 2 dan Arena of Valor, demi merebut hadiah puluhan juta rupiah.

Menurut Project Leader Digital Hub Sinar Mas Land, Irawan Harahap, kegiatan kompetisi Digi Battle Arena di BSD City merupakan yang digelar pertama kalinya.

“Tapi nanti ke depan, turnamen game seperti ini akan digelar rutin. Akan menjadi ajang temu komunitas pencinta game juga,” tutur Project Leader Digital Hub Sinar Mas Land, Irawan Harahap. Sabtu (9/9/2017) .

Irawan melanjutkan dalam jangka panjang bila kawasan Digital Hub di BSD City sudah jadi, wadah pecinta game akan dibentuk. Bukan hanya bagi penikmatnya, melainkan para pembuatnya juga akan berada di ‘Circle Valley’-nya Indonesia tersebut.

“Jadi, kami akan mempertemukan pembuatnya atau mereka yang bermain di startup, penikmatnya, dan para gamer profesional,” tutur Irawan.

Tak hanya gamer, turnamen tersebut juga menggelar pertandingan kartu dan cosplayers yang menarik. Dengan demikian, pecinta anime Jepang atau pun tokoh-tokoh game bisa melihat di lokasi acara.

Uniknya, Untuk meraih kemenangan dalam pertandingan game tersebut, ada sebagian peserta harus menghabiskan latihan game selama 10 jam per harinya.

“Minimal latihan terus. Seminggu ini 10 jam per harinya bermain Dota 2,” ujar Feraldoto, salah seorang peserta asal Jakarta di BSD Green Office Park, Tangerang.

Feraldoto mengaku, permainan game yang membutuhkan kerja kelompok sebanyak 4 orang ini memerlukan kerjasama antar pemain dan berlatih minimal selama 10 jam sehari.

“Ada istirahatnya, paling hanya untuk makan minum, ibadah, ya hal pribadi lainnya,” ucapnya

Menurutnya, permainan Dota memang memerlukan skill yang cukup tinggi. Sebab, 80 persen memerlukan taktik, strategi, dan lebih banyak menggunakan otak. Selebihnya mengandalkan fisik.

Feraldoto mengaku, gamer memerlukan turnamen seperti ini untuk mengasah kemampuan dan juga menambah jam terbangnya. Sebab, game seperti ini bisa dikatakan e-sport untuk seorang gamer.

“Kami butuh kompetisi seperti ini untuk semakin mengasah kemampuan, tidak hanya tim yang sudah pro saja. Kalau di negara maju kan gim atau e-sport begini sudah didukung pemerintahnya,” tutur Feraldoto.

Makanya,untuk kompetisi kali ini, Feraldoto menargetkan timnya keluar sebagai pemenang. “Target ya juara!,” harapnya.

BAGIKAN