Beranda Travel Alam Ayo! Kunjungi Festival Pesona Tanjung Lesung 2017

Ayo! Kunjungi Festival Pesona Tanjung Lesung 2017

324
Ayo! Kunjungi Festival Pesona Tanjung Lesung 2017
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Gubernur Banten Wahidin Halim dan Bupati Pandeglang Irna Narulita dalam acara lunching Festival Pesona Tanjung Lesung 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

PANDEGLANG, Pelitabanten.com – Kabar gembira bagi para pecinta wisata pantai di tanah air, pasalnya, Festival Pesona Tanjung Lesung 2017 dengan tema ‘Sport and Adventure’ akan segera digelar pada tanggal 22-24 September 2017 dengan diisi berbagai kegiatan wisata olahraga (sport tourisme) dan festival budaya dari tanah para jawara Banten.

Salah satu jenis kegiata Festival Pesona Tanjung Lesung 2017 akan dimeriahkan dengan Lomba Kolecer dan Bebegig atau orang-orangan sawah untuk mengusir hama sawah seperti burung hantu atau tikus.

Selain itu, pada tanggal 24 September 2017 ada juga Rhino XTriathlon dan lomba MTB XC Marathon (Mountain Bike Cross Country) dan Sunset Trail Run  pada 23 September 2017.

Rhino XTriathlon ini akan melewati panjang lintasan renang 500 meter dan 1000 meter, rute sepeda 10 kilometer untuk satu putaran dan rute lari 5 kilometer untuk satu putaran berada kawasan Tanjung Lesung meliputi area Beach Club, Mercu Suar, Sailing Club, Blue Fish, Bukit Mundi, Jalan Arteri, Desa Kalicaa, Pantai Bodur dan Golf Land.

Menurut  Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Gubernur Banten Wahidin Halim dan Bupati Pandeglang Irna Narulita dalam acara lunching Festival Pesona Tanjung Lesung 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta pada 5 September 2017 mengatakan selain sebagai sarana efektif dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Provinsi Banten juga sekaligus mempromosikan Tanjung Lesung yang ditetapkan pemerintah sebagai satu di antara 10 destinasi prioritas atau ‘Bali Baru’.

Tidak kalah dengan Bali, Pantai Tanjung Lesung memiliki keindahan terkait potensi bahari. Untuk itu, Menpar berpendapat perlu adanya Dive Center dan Dive Master yang menjadi daya tarik disana.

“Tanjung Lesung bawah lautnya juga indah, saya menjanjikan akan ada dive center dan itu pernah dilakukan di Raja Ampat membantu Raja Ampat dengan mengadakan dive center. Dan dive centernya di sekitar KEK Tanjung Lesung sebagai salah satu daya tarik,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief juga menyebut Provinsi Banten yang unggul dari wisata bahari sangat tepat menggelar Festival Pesona Tanjung Lesung 2017. Hal ini dikarenakan akan berdampak positif untuk mempercepat infrastruktur, terlebih pembangunan Marina yang sebelumnya sudah pernah diusulkan.

“Ada dampak positifnya, pembangunan marina bagi yacht dan cruise di Tanjung Lesung akan lebih cepat harus disegerakan, terutama bagi kapal yacht. Pembangunan marina sendiri sudah ada di daftar untuk ditawarkan ke investor,” ujar Menpar Arief Yahya.

Terkait aksesibilitas, lanjut Menpar, untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia tidak boleh ditempuh lebih dari dua jam. Percepatan infrastruktur Jalan tol ke Serang-Panimbang yang berjarak 83 Km harus segera diselesaikan.

“Kami tidak bisa menjual Tanjung Lesung jika jarak tempuh masih lima jam dari Jakarta. Akses darat lain yaitu kereta api, akan dilakukan reaktivasi jalur rel kereta api Labuan hingga Panimbang,” katanya.

Untuk akses udara, Menpar melakukan benchmarking kepada destinasi wisata kelas dunia harus punya international airport.

Sebagai contoh Bandara Silangit di Danau Toba dan Bandara di Belitung akan menjadi bandara international tahun ini. Tanjung Lesung juga memiliki kesempatan yang sama, karena telah menjadi Destinasi Pariwisata Prioritas.

“Walapun bandara Soekarno-Hatta terletak di Banten, namun lebih melayani greater Jakarta. Saya mengusulkan agar dibangun bandara lagi. Lokasi di manapun di Banten, sehingga waktu tempuhnya hanya dua jam ke daerah di Banten. Pandeglang sangat berkemungkinan jika wilayahnya sudah siap,” kata Arief Yahya.

Untuk Amenitas, Menpar kembali menegaskan, sebelum membangun KEK atau Badan Otorita Pariwisata, utamakan membangun masyarakatnya dulu.

Pembangunan dimulai di Cikadu, Tanjung Lesung. Pada kesempatan yang sama, Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, percepatan pembangunan KEK Tanjung Lesung tengah dilakukan di antaranya pembangunan jalan tol Serang-Panimbang sepanjang 83,6 km yang akan mulai beroperasi pada 2018 dan rencana pembangunan jalan kereta api Rangkasbitung-Labuan yang akan mulai beroperasi pada 2020.

“Pembangunan infrastruktur untuk mendukung KEK Tanjung Lesung menjadi prioritas karena akan membudahkan wisatawan berkunjung ke destinasi unggulan ini,” kata Wahidin

Pantai Tanjung Lesung berada di Tanjung Jata, masuk ke wilayah kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Posisi pantai ini terletak di sebelah barat kabupaten Pandeglang, mempunyai luas sekitar 150 Ha.