Beranda Budaya Pameran Tunggal di Rumah Sendiri, Eksperimen Rb. Ali Memecah Kebekuan Ruang Ekspresi

Pameran Tunggal di Rumah Sendiri, Eksperimen Rb. Ali Memecah Kebekuan Ruang Ekspresi

BAGIKAN
Pameran Tunggal di Rumah Sendiri, Eksperimen Rb. Ali Memecah Kebekuan Ruang Ekspresi
Rb. Ali berpose di depan karyanya menggelar Pameran Tunggal di Rumah Sendiri

TANGERANG SELATAN, Pelitabanten.com – Provinsi Banten yang masih terbilang memiliki sedikit galeri seni lukis, sangat tidak memungkinkan untuk menampung karya lukisan dari para seniman yang berada di wilayah Banten. Mengingat banyaknya  jumlah pelukis, belum lagi para pelukis pemula yang belakangan banyak bermunculan menambah jumlah pelukis yang ada. Minimnya ruang untuk penyaluran berekspresi, belum lagi sewa galeri yang mahal, membuat para seniman harus berfikir kreatif.

Maka atas dasar pemikiran itulah RB Ali (40), pelukis yang berdomisili di Komplek Bukit Pamulang Indah 5, Jl. Kenari Blok C8 No. 3 Pamulang Timur-Tangerang Selatan-Banten, menggelar ”Pameran di Rumah Sendiri” yang menjadi tema dari Pameran Tunggal-nya yang memajang karya-karyanya di rumah sendiri. Hal tersebut dilakukan sebagai sikapnya terhadap kondisi seni rupa di Banten.

Pameran yang berlangsung selama bulan Ramadhan lalu, terhitung sejak tanggal 6 Juni, dan berakhir pada 24 Juni 2017. Dengan memanfaatkan media sosial sebagai “corong” untuk mempublikasikan karya-karya lukisannya yang tersaji dalam berbagai ukuran. Beragam tema  lukisan beraliran kubisme nampak menghiasi setiap sudut ruangan dalam rumahnya yang sederhana.

Baca juga :  Refleksi Pertanian Alami, Bangun Kedaulatan Pangan dengan Menjaga Kelestarian Alam

Salah satu tema yang dingkat adalah perhatiannya terhadap gerak laku yang mewarnai kehidupan kaum perempuan yang cenderung dengan gaya hidup kekinian tampak tergambar pada sejumlah lukisannya. Bagi pria berambut gondrong ini, kegiatan semacam ini adalah bentuk kreatifitas yang menantang, membutuhkan keberanian dan optimisme yang tinggi. Dan semboyan “optimisme“ itu menjadi salah satu judul lukisannya.

Menurutnya, seniman harus bertanggungjawab pada diri dan masyarakat luas dengan meningkatkan mutu dan kualitas karya, yang dilakukan dengan totalitas dan dedikasi yang tinggi. Selain itu, dengan kualitas yang tinggi, maka akan dapat menyerap pengunjung dan dapat menembus pasar.

“Karya yang bagus, akan mendapat tempat yang layak dari para pembeli,” ucapnya kepada Arie Siswana, jurnalis Pelitabanten.com, Senin (26/6/2017).

Selama aksi individu yang dilakukan di rumah kediamannya yang beralamat di Komplek Bukit Pamulang Indah 5, jl  Kenari Blok C8 No 3 Pamulang Timur-Tangerang Selatan. Rumah yang yang disulap menjadi galeri ini tak pernah sepi dari para pengunjung yang datang untuk menyaksikan karya-karya visualnya ini.

Baca juga :  Diversifikasi Tembakau Akan Mematikan Kehidupan Petani

“Mereka yang datang dari berbagai kalangan, ada pengusaha, budayawan, aktivis kesenian, bahkan para kaum pelajar,” ungkapnya.

Pria yang memiliki nama lengkap RB. Memet Suali ini dapat dihubungi di nomor 081-288-814-822 telah menekuni bidang senilukis sejak tahun 1996 silam, sepanjang kariernya, karya-karyanya telah banyak dikoleksi berbagai kalangan.

“Beberapa kolektor dan para pejabat instansi pemerintah, bahkan galeri Taman Ismail Marzuki, mereka telah mengoleksi karya-karya saya,” paparnya.

Ayah tiga anak dari Ajeng Siti Salamah ini berharap kepada pemerintah melalui kebijakannya untuk lebih memperhatikan para pegiat dan pekerja seni dengan memperluas ruang kebudayaan semisal galeri, demi mempermudah gerak kreatifitas para pegiat seni, termasuk seniman lukis.

“Ini penting dilakukan agar senirupa di Banten dapat menembus pasar yang lebih luas tidak hanya di Indonesia, pun ke manca negara dan itu butuh dorongan banyak pihak untuk melakukannya terlebih Pemerintah Provinsi Banten,” pungkasnya.

BAGIKAN