Beranda Peristiwa Kabupaten Lebak Bersilaturahmi di Pondok Pesantren Qutrothul Falah, Ace Hasan: Jangan Anti Terhadap Politik

Bersilaturahmi di Pondok Pesantren Qutrothul Falah, Ace Hasan: Jangan Anti Terhadap Politik

290
BAGIKAN
Bersilaturahmi di Pondok Pesantren Qutrothul Falah, Ace Hasan: Jangan Anti Terhadap Politik
Dr. TB. H. Ace Hasan Syadzily, M.Si bersilaturahmi bersama seratusan tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan tokoh agama di Pondok Pesantren Qutrothul Falah, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak-Banten, Senin (19/6/2017)

LEBAK, Pelitabanten.com –  Dalam silaturahmi bersama seratusan tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan tokoh agama di Pondok Pesantren Qutrothul Falah, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak-Banten, Dr. TB. H. Ace Hasan Syadzily, M.Si mengajak para hadirin untuk memanjatkan syukur kepada Allah atas nikmat berupa negara Indonesia yang aman dan damai. Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Dapil 1 Banten ini menuturkan bahwa di beberapa negara kawasan Timur Tengah, umat Islam beribadah dengan penuh kecemasan.

Bersilaturahmi di Pondok Pesantren Qutrothul Falah, Ace Hasan: Jangan Anti Terhadap Politik
Silaturahmi bersama tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan tokoh agama di Pondok Pesantren Qutrothul Falah, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak-Banten, Senin (19/6/2017)

“Umat Islam di Timur Tengah beribadah dalam suasana mencekam, teror bom bunuh diri dan kecamuk perang tak berkesudahan,” ujarnya, Senin (19/6/2017).

Kedamaian di Indonesia, imbuh Dewan Kebijakan Rafe’i Ali Institute (RAI) ini tak lain karena Indonesia memiliki sandaran dalam hidup berbangsa dan bernegara. Sandaran hidup berbangsa dan bernegara tersebut merupakan warisan agung dari para pejuang, para ulama, para perumus dan pendiri bangsa, yakni Pancasila, NKRI, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika.

“Empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara ini telah teruji dan terbukti mampu menyatukan elemen bangsa yang beragam, baik agama, suku maupun budaya ke dalam kehidupan yang penuh harmoni dan toleransi,” ungkap dosen Pasca Sarjana Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ini.

Wasekjen DPP Partai Golkar ini mengajak hadirin untuk mewaspadai akan semua trik adu domba dan provokasi yang berkedok agama yang berkembang di masyarakat.

“Saat ini begitu masif ajaran-ajaran agama yang tidak jelas rujukannya dan berimbas pada sikap intoleranisme. Hal inilah yang dewasa ini telah memperkeruh kehidupan beragama yang sudah berjalan baik selama ini,” imbuhnya.

Jangan Anti Terhadap Politik

Politik itu sangat penting. Karena politik dapat menjamin ketertiban, keteraturan dan kebaikan di dunia.

“Imam Al Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumuddin dengan tegas menyatakan bahwa politik tidak bisa dinafikan. Politik itu salah satu dasar yang sangat fundamen di antara perasoalan mendasar yang lainnya seperti sandang, pangan dan papan.” Dosen Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menegaskan.

Oleh karena politik sama pentingnya dengan persoalan kehidupan lainnya, maka, kata Haji Ace demikian panggilan akrabnya, politik merupakan urusan yang pantang untuk diabaikan.

“Jangan anti terhadap politik, justru harus dijaga, direbut dan dirawat sebaik-baiknya buat kemaslahatan orang banyak,” pungkasnya.