Beranda Pendidikan Rafe’i Ali Institute Membincang Seputar Jurnalistik Online

Rafe’i Ali Institute Membincang Seputar Jurnalistik Online

BAGIKAN
Rafe’i Ali Institute Membincang Seputar Jurnalistik Online
Ratu Arti Wulansari, jurnalis infonawacitacom, menerima cinderamata dari Rafe'i Ali Institute seusai acara bincang Jurnalistik Online, Minggu (18/6/2017)

PANDEGLANG, Pelitabanten.com – Jelang penutupan rangkaian Munggahan Kampung Literasi bertema “Ramadhan Bulan Iqra dan Qalam”, Rafe’i Ali Institute (RAI) mengundang Ratu Arti Wulansari, jurnalis infonawacitacom. Ratu mendadar seperti apa media online, pun isu yang bergulir tentang senjakala media massa cetak.

Jurnalis kelahiran Ciomas, Serang Banten ini, memaparkan bahwa media online adalah anak kandung perubahan zaman. Zaman yang terus bergulir, internet dan media sosial yang membuat berita makin tidak terbendung, membuat media massa bergerak dinamis.

“Ini juga berimbas pada tulisan. Sewaktu saya kuliah jurnalistik, materi yang diberikan lebih banyak ke media cetak. Berita yang ditulis banyak. Tetapi di media online, tulisan harus berbagi ruang dengan yang lain seperti video, audio dan infografis,” tutur Ratu Minggu (18/6/2017)

Acara yang dipandu Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Staisman, Mirna Setiawati, dikemas secara hangat. Sambil duduk lesehan, Ratu menceritakan pengalamannya sebagai jurnalis media online di Ibu Kota.

Baca juga :  Akselerasi Pertumbuhan Bisnis ICT Pasca Paket Ekonomi Jilid 14

“Meski di media online, tetap saja seorang jurnalis harus menjunjung tinggi etika jurnalistik.” Kata alumnus UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, ini.

Ditambahkan Ratu, perubahan zaman telah menggeser kecenderungan masyarakat dalam mengonsumsi media. Saat ini, orang tidak lagi hanya membaca berita tapi sekaligus memproduksinya. Makanya, tambah Ratu, kemampuan menyeleksi berita juga diperlukan oleh masyarakat. Pun pembuat berita, harus tetap memegang kaidah-kaidah jurnalistik.

Manajer Bidang Penelitian dan Kajian Publik, Ahmad Bachtiar Faqihuddin, menuturkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman kepada publik tentang perkembangan teknologi dan perkembangan berita. “Yang paling penting dari kegiatan ini adalah agar kita tidak mudah memakan dan menyebarkan berita hoax.”

Dalam diskusi yang dihadiri pelajar dan mahasiswa ini, Ratu menyatakan kalau dia siap datang kembali ke RAI untuk berbagi dalam kegiatan yang lebih besar lagi.