Beranda Peristiwa Kabupaten Lebak Relawan Moli Peduli Cisaban: Lebih Baik Terlambat daripada Tidak Sama Sekali

Relawan Moli Peduli Cisaban: Lebih Baik Terlambat daripada Tidak Sama Sekali

291
BAGIKAN
Relawan Moli Peduli Cisaban: Lebih Baik Terlambat daripada Tidak Sama Sekali
DC Aryadi, kanan, menyerahkan bantuan kepada Jamal, perwakilan warga Baduy Luar Kampung Cisaban II yang tertimpa musibah kebakaran. Minggu (4/6/2017)

LEBAK, Pelitabanten.com – Bersama sejumlah relawan MOLI (Motor Literasi) dan komunitas motor lainnya, Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Banten memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Baduy Luar, kampung Cisaban II yang tertimpa bencana kebakaran yang terjadi pada Selasa (23/5/2017) lalu di Terminal Ciboleger, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak-Banten.

“Bantuan kami serahkan ke Kang Jamal, perwakilan warga Baduy Luar dari Kampung Cisaban di Terminal Ciboleger, karena cuaca dan kondisi alam yang sangat buruk. Kami tak dapat masuk kelolaksi untuk menyampaikan langsung bantuan tersebut,” ujar DC Aryadi, Ketua Forum TBM Banten, Minggu (4/6/2017)

Bantuan yang diserahkan kepada perwakilan warga Kampung Cisaban berupa kebutuhan dapur seperti mie instan, ikan asin, minyak goreng. Juga pakaian layak pakai dan sejumlah uang yang semuanya itu berhasil dikumpulkan dari para donatur oleh komunitas Motor Literasi beberapa hari setelah bencana terjadi.

Relawan Moli Peduli Cisaban: Lebih Baik Terlambat daripada Tidak Sama Sekali
Sejumlah relawan Motor Literasi berpose bersama di tugu selamat datang Terminal Ciboleger, Leuwidamar, Lebak-Banten (4/5/2017)

“Bantuan yang didapat berasal dari para donatur salah satunya dari Kemendikbud melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan kesetaraan Ditjen Paud Dan Dikmas berupa mie instan, pakaian layak pakai, kebutuhan dapur dll,” katanya.

DC Aryadi memberikan tanggapannya saat disinggung soal imbauan Bupati Lebak pada Sabtu (27/5/2017) lalu jika kebutuhan logistik untuk korban kebakaran sudah cukup dan berlimpah.

“Bantuan yang kami serahkan memang terlambat, namun kami berfikir ini amanat yang harus disampaikan kepada yang berhak, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali,” kata DC Aryadi.

Kebarakan yang terjadi di wilayah Baduy Luar kampung Cisaban pada (23/5) lalu mengakibatkan satu orang terluka, dan 83 rumah dan 151 leuit atau lumbung padi hangus terbakar. Bantuan yang diberikan oleh masyarakat dan pemerintah sudah sangat cukup dan berlimpah. Meski masih tinggal di tenda darurat, namun saat ini warga Baduy sudah mulai membangun kembali pemukiman mereka.