Pelaku UMKM Baiknya Daftarkan Produknya ke BSN, Ananta Wahana: Ini Bagus untuk Pengembangan & Menjaga Mutu

Ananta Wahana Anggota DPR RI (ditengah) bersama Zakiyah, Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) Badan Standarisasi Nasional (BSN), dan Dion Dewa Barata selaku manager Wadhani Foundation saat simbolis penyerahan produk dari Pelaku UMKM.
Ananta Wahana Anggota DPR RI (ditengah) bersama Zakiyah, Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) Badan Standarisasi Nasional (BSN), dan Dion Dewa Barata selaku manager Wadhani Foundation saat simbolis penyerahan produk dari Pelaku UMKM.
Hari Jadi Kab Tangerang 2021

KABUPATEN TANGERANG, Pelitabanten.com – Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Industri Kecil dan Menengah (IKM) dianjurkan untuk mendaftarkan produknya ke Badan Standar Nasional (BSN). Hal itu untuk memudahkan pengembangan produk dan memudahkan pemasaran ke depan.

Demikian disebutkan Zakkiyah, selaku Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) Badan Standarisasi Nasional (BSN), saat diskusi di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis Tangerang mengenai ‘Peran Badan Standarisasi Nasional dalam Mendukung Produk Nasional’ Minggu, 10 Oktober 2021.

Dikatakannya, pelaku usaha kecil di Indonesia saat ini sangat banyak dan beragam produknya. Agar mereka terus maju dan berkembangan, tentunya dibutuhkan lingkungan usaha yang aman dan sehat.

“Keberadaan BSN salah satunya untuk mendukung keberadaan UMKM. BSN mempunyai beberapa kebijakan yang tujuannya untuk menguatkan keberadaan UMKM,” ujarnya.

Oleh karenanya, Ia menganjurkan kepada semua pelaku UMKM untuk mendaftarkan produknya ke BSN. Karena, dengan mendaftarkan produk ke BSN akan sangat membantu pengembangan dan pengenalan produk UMKM tersebut.

Dengan mendaftarkan produk ke BSN diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM yang bersangkutan. Tidak sampai disitu, untuk mengembangkan produk UMKM tentunya dibutuhkan sebuah jaminan untuk meyakinkan konsumen.

“Dengan telah terdaftarnya produk di BSN, akan menjaga kualitas produk UMKM tersebut. Dan menjaga mutu dari sebuah produk tentu akan sangat membantu kepercayaan konsumen,” tandasnya.

Sementara itu Pengasuh Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis Ananta Wahana menjelaskan, BSN adalah Lembaga negara yang mungkin jarang didengar namanya, tetapi punya peran yang sungguh penting.

Sebagai mitra kerja Komisi VI, BSN merupakan lembaga/badan yang bisa dibilang kecil. Kecil dalam hal jumlah pegawai dan besarnya madal operasional, apalagi jika dibandingkan dengan BUMN seperti Pertamina misalnya.

Namun keberadaan lembaga yang kecil ini justru punya dampak yang luar biasa, marena pengaruhnya dalam menentukan atmosfir sehat atau tidaknya perdagangan jual beli jasa se Indonesia. Maka BSN mempunyai peran yang sangat strategis.

“Sebagai anak Banten yang hidup dan tumbuh berkembang di Banten, apalagi sebagai anggota DPRD Banten selama tiga periode berturut-turut. Kami mengetahui persis bagaimana kondisi perekonomian di Banten, khususnya UMKM. Apalagi kami memiliki Padepokan yang berada persis di tengah-tengah kehidupan warga. Kami berinteraksi setiap hari pagi siang malam dengan warga Banten,” terangnya.

Menurut Ananta, terkait UMKM, di Banten khususnya di Tangerang Raya terkenal dengan tingkat pekerja sektor informal yang tinggi.

Dari jumlah angkatan kerja produktif sekitar 5.6 hingga 6 juta jiwa, separuhnya bergerak mencari penghidupan di sektor informal. Yang dimaksud dengan sektor informal tidak lain adalah UMKM.

Namun demikian di tahun 2020, di tengah pandemi hingga sekarang, jumlah UMKM Banten justru naik bertambah 56.689 unit. Bisa jadi hal itu efek dari banyaknya perusahaan yang tutup akibat pandemi, dan memberhentikan pekerjanya.

Maka orang beralih ke sektor UMKM demi hidup, mulai dari warung jalanan, hingga ke produksi kerajinan serta barang/jasa kebutuhan sehari-hari.

Dengan mulai naiknya angka pertumbuhan ekonomi nasional, di Banten yang angkanya naik 8 persen di atas rata-rata nasional, maka harus menjadi booster atau pelecut bagi UMKM untuk bisa tumbuh dan naik kelas.

“BSN ini yang akan menjadi penjaga gawang mutu bagi produk UMKM kita. Kalau UMKM punya mutu yang Terjaga dan bagus, maka dengan sendirinya akan naik terus kelasnya, dari kelas mikro ke kelas kecil, hingga ke kelas menengah. Bahkan menjadi perusahaan besar sendiri nantinya. Maka harus disadari bahwa untuk bisa bersaing di masa pandemi, dan bisa bersaing secara global, kualitas mutu itu sangat penting untuk ditingkatkan. Disinilah BSN harus kita dengarkan saran dan anjurannya,” tuturnya.

Dion Dewa Barata selaku manager Wadhani Foundation menyambut baik kegiatan BSN di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis. Menurutnya, pemaparan yang dilakukan oleh BSN ke pelaku UMKM akan semakin membuka kesempatan kemajuan produk UMKM.

“Sangat baik ya acara seperti ini, sebab membuka kesempatan pelaku UMKM untuk terus maju dan berkembang. Semoga dapat berlanjut di kemudian hari,” ucapnya.

Untuk diketahui, dalam kegiatan ini, Ananta juga mengenalkan dua produk pelaku usaha kecil dan menengah di Kabupaten Tangerang, yaitu alas kaki sandal gunung Reward dan sepatu Prayerkids. Dua produk ini menurut Ananta sangat potensial untuk dikembangkan.