Berpikir Kritis Bukan Apatis

Berpikir Kritis Bukan Apatis
ILUSTRASI (OpenClipart-Vectors/Pixabay)
Hari Jadi Kab Tangerang 2021

Pelitabanten.com – Kritis itu apasi? emang beda ya sama apatis? ya jelas beda dong arti dari kritis sendiri adalah berpikir logis dan sistematis dalam membuat keputusan atau menyelesaikan sebuah permasalahan, ada yang tau ga apatis itu apa? nih gue jelasin apatis itu sikap tak acuh atau tidak peduli terhadap segala sesuatu yang terjadi di sekitar kaya rendahnya simpati dan antusiasme gitu.

Jadi dari pengertian kritis dan apatis ini gue mau bahas tentang frame berpikir secara kritis dan apatis nih guys, kita sebagai anak muda harus banget jadiin berpikir kritis menjadi frame berpikir kepentingan umum karna apa perlunya kemampuan berpikir kritis bagi generasi muda yang terjebak dalam era digital agar mampu mencari tau informasi yang valid maupun hoax mengenai isu isu penting di negara kita tercinta, selain itu juga kalau kita berpikir kritis kita bisa menyampaikan pendapat maupun argumen berdasarkan informasi yang valid tersebut dengan cara yang persuasive namun juga masih beretika.

Menurut gue frame berpikir masyarakat sekarang nih lebih ke apatis sih kita ambil contoh dari pemilu aja banyak banget tuh yang golput tindakan itu udah mencerminkan banget gamau turut berpartisipasi dalam proses politik yang ada di Indonesia, di circle pertemanan gue pun kalau soal politik mereka apatis soalnya banyak sisi kontra yang mereka dapet dari sistem pemerintahan Indonesia sekarang mereka lebih ke acuh gitu dan jujur gue juga muak banget kalau udah bahas politik gaada ujungnya misal kita berpikir secara kritis untuk nemuin satu jawaban yang benar misal kita memilih pemimpin dengan cara mencari tau semuanya, mendalami visi misi dia dalam berkampanye.

Baca Juga:  Muhammad Bukan Simbol

Aspek-aspek sistem pemerintahan yang dia buat untuk kedepannya setelah mendapat jawaban dan kita memilih ehh setelah menjabat kita ditampar oleh ekpetasi kita tentang orang yang kita pilih menjadi seorang pemimpin itu, visi misi hanya ilusi semata semua janji tinggal janji ternyata bener yaa berharap ama manusia itu bikin kecewa wkwkwk.

Disini gue mikir ternyata berpikir kritis juga ga menjamin sistem pemerintahan sesuai ekpetasi kita, ga menjamin suara kita di dengar.Ini yang bikin kita sebagai generasi muda bingung lebih mau mikir kritis apa tetep apatis ya? Politik di Indonesia abu abu si menurut gue susah di tebak banget kaya nasib kehidupan aja.

Padahal negara kita itu negara demokrasi yang berarti pemerintahan rakyat tapi gimana mau demokrasi suara rakyat aja ga di denger.Berpikir apatis menurut gue hal yang gabaik juga sih karena acuh sama sistem pemerintahan tapi gimana kita ga apatis kalau para pemerintah nya masih memberi harapan palsu disuruh sehat di negara yang sakit oh shitt..

Baca Juga:  Guru Antara Pendidik dan Pengajar

Tapi jangan karna pemerintah yang php kita jadi apatis terus guys kita harus tetep berpikir kritis dalam permasalahan apapun bukan tentang politik aja taapi dalam segi aspek pemikiran dan persoalan mengenai apapun kita harus berfikir secara kritis biar dapet jawaban dan penyelesaian yang akurat dan tepat.

Dari tadi bahas apatis terus mending kita bahas nih manfaat dari berpikir secara kritis diantaranya menjadi lebih open-minded, gampang banget nyelesain masalah, meminimalkan salah presepsi, bisa tau kemampuan diri,mampu berkomunikasi lebih baik dan ga gampang di manfaatin orang lain.

Banyak banget manfaat dari berpikir kritis terutama manfaat buat diri kita sendiri guys jadi kalau di bandingin sama apatis sih emang lebih untung berpikir kritis tapi jangan terlalu ambis banget yaa takut nya hilang moral menghargai pendapat orang lain dan terlalu percaya diri, pengalaman gue ketemu sama anak seumuran gue yang berpikir kritis itu dia saking berpikir kritis banget sampe terlalu percaya diri dan ngerasa apa yang dia sampein itu bener istilahnya merasa paling bener lah gitu guys wkwkwk.

Yuk kita sama sama belajar berpikir secara kritis untuk kehidupan kita dan masa depan negeri kita yang tercinta ini, jujur si gue kalau bahas sistem politik di Indonesia ini males banget karna apa yang tadi gue bilang di first halaman gaada ujungnya dan abu abu banget yamg kaya makin kaya yang miskin makin miskin indonesia tuh bukan kekurangan orang pintar tapi kekurangan orang jujur kalau bahas soal kejujuran pemerintah ga cukup 100 lembar untuk bahas.

Baca Juga:  Pemprov DKI Jakarta harus Tegas dan Konsisten Menata Kawasan Tanah Abang

Haarapan gue untuk Indonesia kedepanya semoga berpikir secara kritis bisa di jadikan frame berpikir kepentingan umum semoga banyaknya orang yang jujur meningkat semoga semua masyarakat semakin makmur dan seajahtera aminn ini gue kebanyakan semoga tersemogakan amin paling gede gue, eh tapi gue belom singgung sifat sifat apatis tuh kaya gimana dan dampaknya bagi kita nah misal dampak bagi karir kita kita jadi terlalu narsis atau terlalu menjunjung timggi diri sendiri, gak jujur, pesimis nah itu beberapa dampak apatis dalam karir kita nanti so buat kalian semua yu belajar berpikir kritis demi kepentingan kita bersama gue juga bakal belajar juga ko karna jujur gue juga sering banget berpikir apatis yu kita sama sama belajar semangat semoga pempimpin selanjutnya generasi kita yang amanah dan dapat di percaya.

Penulis: Friska Noveliana (Mahasiswa asal Kabupaten Serang Banten)