Beranda Pendidikan Di Acara Inspiring Day, Alumni Ponpes Manahijussadat: Pondok Adalah Sumber Inspirasi

Di Acara Inspiring Day, Alumni Ponpes Manahijussadat: Pondok Adalah Sumber Inspirasi

662
BAGIKAN
Di Acara Inspiring Day, Alumni Ponpes Manahijussadat: Pondok Adalah Sumber Inspirasi
Pimpinan Ponpes Manahijussadat, KH. Sulaiman Effendi beri sambutan kepada Alumni, Minggu (9/4/2017).

LEBAK, Pelitabanten.com – Masih dalam rangkaian perayaan Milad ke-20, Pondok Pesantren Manahijussadat yang terletak di Kampung Serdang, Kecamatan Cibadak, Lebak, Banten menghelat sebuah acara temu rindu antar alumni bertajuk “Inspiring Day: Don’t Dream Slip Away”, Minggu (9/4/2017).

Kegiatan tersebut dihadiri Pimpinan Ponpes Manahijussadat Drs KH Sulaiman Effendi, M.Pd.I, Ketua Milad Ustadz Yudi Nurhadi S.Ag, Ketua Ikatan Keluarga Alumni Manahijussadat Ustadz Nasrun Saragih S.Th.I, Para alumni dan santri kelas 3 ext, Kelas 4, 5 dan 6.

Dalam sambutannya, KH Sulaiman Effendi mengatakan kegiatan Inspiring Day merupakan bagian dari rangkaian acara milad pondok ke-20 yang diselenggarakan oleh para alumni untuk memberikan pengalaman kepada para santri tentang kiprah alumni di masyarakat.

“Apapun profesi dan status sosial alumni di masyarakat bukanlah sesuatu atau tujuan yang paling penting. Tetapi yang paling membanggakan adalah keistiqamahan mempertanggungjawabkan status sosial tersebut,” ujarnya.

Sesuai dengan tema Inspiring Day, acara tersebut menghadirkan alumni yang dianggap sukses dalam menjalani kehidupan di luar pondok pesantren tujuannya untuk memberikan motivasi kepada para santri tingkat akhir yang akan berkiprah di masyarakat.

Sejumlah alumni inspiratif tersebut antara lain, Zahrudin, Kiai Andre Mahbubi Pengasuh Ponpes Alquds Lebak Banten, Bripda Enjam Jamaludin, Bripda Talijidu Endraha, Irvan Ardiansyah (Aktivis Relawan Kampung Indonesia), Neneng Ifat Fatimatuzahra (Mahasiswa IAIN Sultan Maulana Hasanudin Serang Banten), Erika Suci Hidayat (Alumni Sekolah Tinggi Bahasa Asing Jakarta), Dine Trio Ratna Sari, M.Pd (Dosen STKIP Rangkasbitung Lebak).

Pimpinan Pondok berharap acara Inspiring Day dapat memotivasi dan menginspirasi para santri tingkat akhir yang akan berkiprah di masyarakat. Karena sejatinya kiprah dan pengabdian alumni itu menjadi modalitas untuk kemajuan pesantren.

“Hadza ma’haduna wa hadza ma’hadukum, ini pondok kita dan juga pondok kalian,” imbuhnya.

Acara berdurasi lebih dari dua jam ini dipandu oleh Hadi Rahman dan Afriza. Narasumber yang hadir memaparkan ragam kisah dan pengalaman baik suka maupun duka. Bripda Enjam Jamaludin alumni angkatan 2012 yang didapuk sebagai pembicara pertama mengatakan bahwa tidak setiap yang kita impikan itu bisa langsung terwujud. Kesuksesan itu, lanjut pria asal Rangkasbitung ini, hanya bisa diraih dengan kesungguhan.

“Setelah lulus dari pondok saya langsung daftar jadi anggota kepolisian, tapi tidak diterima. Saya coba lagi tahun depan juga tidak diterima. Hingga empat kali daftar saya kerap tidak lulus. Tapi saya tetap optimis dan alhamdulilah begitu saya daftar lagi langsung diterima. Spirit dan kesungguhan itu saya dapatkan di pondok ini. Man jadda wajada, barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil,” katanya penuh semangat.

Kisah inspiratif juga datang dari alumni angkatan 2010 Irvan Ardiansyah aktivis Relawan Kampung. Mahasiswa jebolan Universitas Pendidikan Indonesia Bandung ini termasuk salah satu pendiri oragnisasi masyarakat yang bergerak di bidang perbaikan dan pembangunan jembatan rusak. Aksi sosial ini sengaja fokus di bidang perbaikan dan pembangunan jembatan karena baginya jembatan menjadi simbol penghubung antara kemiskinan dan kesejateraan. “Saya aktif di kegiatan sosial karena ingin berbagi kebahagiaan,” katanya.

Irvan mengaku miris dengan kejadian putusnya tali jembatan gantung di Provinsi Banten, yang mengakibatkan puluhan manusia terjatuh ke sungai, akhir tahun 2013 silam. Tetapi belakangan, lanjut dia, selain di Banten, Relawan Kampung juga telah selesai memperbaiki jembatan yang berada di Lampung, Kuningan, Jawa Barat, Magelang, Jawa Tengah, Makassar, Sulawesi Selatan, dan Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Relawan Kampung terdiri dari berbagai latar belakang profesi, seperti wartawan, dokter, karyawan swasta dan lain lain. Mereka lepas dari kepentingan politik atau pencitraan karena murni bergerak atas dasar kemanusiaan. Dalam menjalan aksi sosial ini kami berprinsip, “lebih baik menyalakan lilin daripada mencaci kegelapan,” paparnya.

Sementara kisah inspiratif juga disampaikan Erika Suci Hidayat. Erika mengaku sejak di Pondok ia mempunya impian bisa belajar ke Jepang. Kini setelah gigih dan tekun menimba ilmu, impian gadis lulusan Sekolah Tinggi Bahasa Asing Jakarta itu menjadi kenyataan setelah sukses menyabet program beasiswa. “Insya Allah bulan September 2017 saya melanjutkan studi ke Jepang,” katanya bangga.

Ketua Milad ke-20, Ustaz Yudi Nurhadi berharap, motivasi yang disampaikan para alumni menjadi spirit dan inspirasi bagi santri, khususnya santri tingkat akhir. “Acara Inspiring Day ini semoga tidak sekadar berbagi kisah dan pengalaman, tetapi nilai-nilai karakter seperti kejujuran, kesungguhan dan kesalehan mampu diimplementasikan dalam kehidupan nyata,” ujarnya lirih mengakhiri perbincangan dengan Pelitabanten.com.

BAGIKAN