Beranda Bisnis Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Pesisir, Pemkab Lebak Dorong Usaha Nelayan

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Pesisir, Pemkab Lebak Dorong Usaha Nelayan

429
BAGIKAN
Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Pesisir, Pemkab Lebak Dorong Usaha Nelayan
Nelayan Pesisir (Foto: Ilustrasi)

LEBAK, Pelitabanten.com – Program swasembada pangan ikan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir, Pemkab. Lebak mendorong usaha nelayan dengan menyalurkan bantuan alat produksi.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas Nelayan Kecil Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Rizal Ardiansyah, “Kami terus membina dan membantu nelayan agar usaha mereka berkembang,” katanya, Kamis (6/4/2017).

Selain itu juga para wakil DPRD setempat mengesahkan Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan dan Pembudidaya Ikan. Tujuan Raperda itu untuk meningkatkan usaha nelayan karena dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, selain juga dapat mendukung swasembada pangan ikan.

Dikatakan Rizal Saat ini nelayan di pesisir selatan Kabupaten Lebak berkembang di 11 tempat pelelangan ikan (TPI). Bahkan, jumlah usaha nelayan tercatat 3.600 orang dengan produksi tangkapan sekitar 3.000 sampai 4.000 ton.

Karena itu, pihaknya terus mengoptimalkan pembinaan agar usaha nelayan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. “Setiap tahun kami mengalokasikan dana untuk nelayan, seperti bantuan alat tangkap, perahu dan kapal guna meningkatkan produksi tangkapan,” katanya.

Rizal mengatakan, selama ini, bantuan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan terus dilakukan melalui program asuransi jiwa, kesehatan, alat tangkap, sertifikat rumah dan pendidikan anak nelayan. Selain itu, bantuan pembangunan infrastuktur jalan, turab pencegah erosi dan gedung TPI.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menyalurkan bantuan alat tangkap melalui program Seribu Kampung Nelayan Tangguh Indah Mandiri (Sekaya Maritim) pada nelayan sebanyak 46 kelompok usaha. “Kami optimistis bantuan itu dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan,” kata Rizal.

Menurutnya, pemerintah daerah juga memberikan kartu asuransi kecelakaan sebanyak 3.000 nelayan. Pemberian asuransi tersebut untuk melindungi nelayan jika sewaktu-waktu mengalami kecelakaan laut. Apalagi, perairan Banten selatan yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia terkenal memiliki gelombang tinggi dan tiupan angin kencang.

Cuaca seperti itu, kata dia, berpotensi menimbulkan kecelakaan laut bagi nelayan. “Kami menargetkan seluruh nelayan Lebak pada tahun ini sudah memiliki kartu asuransi kecelakaan,” katanya.

Sejumlah nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Binuangen Kecamatan Wanasalam, Lebak mengaku merasa lega setelah menerima kartu asuransi dari KKP untuk perlindungan dari kecelakaan sebab saat ini nelayan jika terkena musibah kecelakaan laut akibat cuaca buruk ditanggung biaya oleh keluarga.
“Kami berharap asuransi itu dapat melindungi kami,” kata Mulyadi (45) seorang nelayan di TPI Binuangeun.

BAGIKAN