Beranda Peristiwa Kabupaten Pandeglang HUT ke-143 Pandeglang dan ‘Sakanderon’ Harapan Akan Kesejahteraan

HUT ke-143 Pandeglang dan ‘Sakanderon’ Harapan Akan Kesejahteraan

808
BAGIKAN
HUT ke-143 Pandeglang dan ‘Sakanderon’ Harapan Akan Kesejahteraan
Qodoy, aktivis Ornamens (berdiri kanan) tengah berbincang dengan pembeli kanderon Minggu (2/4/2017)

PANDEGLANG, Pelitabanten.com – Bagi sekelompok anak muda yang tergabung dalam komunitas Ornamens, akronim dari “Orokna Menes” yang bermarkas di Eks Pendopo Kewedanaan Menes di Jl. Cendana, Alun-alun Menes, Pandeglang-Banten yang kini menjadi Balai Budaya, kanderon manandai puncak kemeriahan Hari Jadi Kabupaten Pandeglang ke-143 tahun. Pasalnya, Sabtu, (25/3) yang lalu komunitas Ornamens telah mengusung sebuah kampanye “Kanderon Go Internasional” yang didukung oleh Pemerintah dan lembaga terkait seperti PHRI. Saat itu respon positif terlontar dari Bupati Pandeglang, Irna Narulita, “Kanderon yang memiliki ciri khas tinggal dipercantik kemasannya dan ibu yakin akan bisa go internasional,” katanya.

Dalam puncak perayaan Hari Jadi Kabupaten Pandeglang tahun ini yang bertajuk “Pandeglang Boga Urang”, tercatat sebanyak 500 kanderon masuk ke ruang sidang DPRD Pandeglang dalam acara Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi Kabupaten Pandeglang. Kanderon sebagai produk lokal dijadikan souvenir bagi peserta sidang dan tamu undangan.

Hari itu, Sabtu (1/4) ribuan manusia tumpah memenuhi seputaran Alun-alun Kota Pandeglang. Pengalihan arus lalu lintas pun mengakibatkan kemacetan tak terelakkan. Petugas kepolisian terlihat begitu sibuk mengatur kendaraan. Pun kendaraan pengangkut rombongan kesenian yang terjebak dan kesulitan memasuki area Pawai Budaya bertajuk Art Culture festival.

Bagaimana tidak, terdapat rombongan kesenian dari 12 Provinsi, 8 Kab/ Kota termasuk tuan rumah sendiri dan 35 kecamatan se-Kab Pandeglang tumpah ruah dalam atmosfir kemeriahan suasana. Atraksi kesenian diiringi musik tradisional serta tepuk tangan meriah para penonton silih berganti berpadu bersama kebahagiaan masyarakat Pandeglang.

Sementara sepanjang hari itu, para Wakil Rakyat dan Pejabat Pandeglang terlihat membawa Kanderon terkait di pundak, hingga malam ketika Roompoet Hijau, band reggae asal Menes yang populer di kalangan anak muda Banten, pun menjadikan kanderon sebagai aksesori saat beraksi diatas panggung.

“Selama ini, kanderon hampir tidak dilirik oleh masyarakat sebagai kerajinan khas Pandeglang. Kami berupaya menghidupkan kembali dengan melakukan kampanye Kanderon Go Internasional. Dengan tujuan untuk menumbuhkan peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Qodoy, salah satu aktivis komunitas Ornamens yang juga gitaris band Roompoet Hijau. Minggu (2/4/2017)

Diantara berbagai persoalan pelik yang masih melanda Kabupaten Pandeglang, Qodoy melihat harapan akan pertumbuhan ekonomi di kalangan masyarakat pengrajin kanderon, seandainya saja pemerintah membuka peluang pasar yang lebih luas. Harapan tersebut didasari atas pidato Irna Narulita di depan Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi Kabupaten Pandeglang.

“Momentum HUT memiliki makna khusus, karena tahun ini adalah tahun kedua pengabdian kami (Irna Tanto). Namun HUT ini jangan menjadi ajang seremonial semata, namun harus ada hikmah yang diambil sebagai bahan perbaikan ke depan. Untuk itu, saya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama bekerja keras membangun Pandeglang guna mewujudkan masyarakat yang sejahtera,” kata Irna.

“Semoga saja semangat ibu Bupati untuk membuat masyarakat Pandeglang sejahtera bisa terwujud dan kemeriahan HUT Pandeglang tidak sia-sia,” harap Qodoy di akhir perbincangannya dengan Pelitabanten.com.