Beranda Pendidikan Terapkan Pendidikan Karakter, Ponpes Assa’adah Mengirim Santri Bermukim di Rumah Warga

Terapkan Pendidikan Karakter, Ponpes Assa’adah Mengirim Santri Bermukim di Rumah Warga

826
BAGIKAN
Terapkan Pendidikan Karakter, Ponpes Assa’adah Mengirim Santri Bermukim di Rumah Warga
Santri Ponpes Assa'adah yang mengikuti kegiatan Incamp 2017 tengah membantu warga menyiapkan makan siang

SERANG, Pelitabanten.com – Initiation Camp (Incamp) merupakan kegiatan rutin tahunan yang menjadi agenda inti bagi santri kelas akhir Pondok Pesantren Assa’adah yang beralamat di Jalan Raya Serang-Pamarayan KM 25 Pasirmanggu, Cikeusal, Serang – Banten. Kegiatan yang telah berlangsung sejak delapan tahun lalu ini bertujuan untuk membekali santri bagaimana membiasakan diri hidup di tengah masyarakat dengan menumbuhkembangkan kepedulian dan kepekaan terhadap sesama.

Kegiatan Initiation Camp (Incamp) 2017 kali ini berlokasi di Kecamatan Bandung, Kab. Serang. Diikuti oleh santri putra dan putri kelas XII yang akan menyebar di 4 desa dan tinggal bermukim (home stay) di 63 rumah warga dengan kondisi sangat sederhana.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah menumbuhkan inisiatif santri dalam rangka hidup ditengah-tengah masyarakat dengan kondisi ekonomi yang dianggap kurang beruntung. Dengan tujuan untuk menghilangkan hedonism (kecenderungan hidup bermewah-mewah), menumbuhkan kesadaran bahwa hidup itu butuh perjuangan mental, tidak melulu tentang materi,” kata KH. Mujiburrahman, S.Ag, Pimpinan Pondok Pesantern Assa’adah. Sabtu (1/4/2017)

Kegiatan yang dilakukan selama Incamp 2017 ini diantaranya, santri turun ke sawah mengikuti aktivitas warga mengolah tanah dan menanam padi juga ikut mengangon hewan ternak seperti kerbau dan kambing, bersama warga membantu merenovasi rumah, memberikan modal secara alakadarnya untuk berdagang, dan belajar kerajinan tangan anyaman bambu. Selain itu santri juga berkesempatan memasang mesin pompa air untuk 10 rumah warga dari bantuan para donatur pondok yang peduli terhadap kegiatan ini.

“Anak belajar hidup di tengah masyarakat, mengikuti kegiatan di rumah yang mereka tempati dengan harapan agar mereka punya inisiatif apa yang bisa dilakukan untuk warga, dengan begitu anak sadar bahwa orang tua mereka selama ini bekerja keras untuknya, merasakan bagaimana lelahnya bekerja demi keluarga,” kata Kiai Muda yang akrab disapa Kiai Ibink oleh rekan-rekan dekatnya ini.

Selain tinggal di rumah warga, santri juga dituntut agar dapat berbaur bersama masyarakat dalam bergotong royong memelihara kebersihan dan kerapihan masjid atau mushola, mencat dinding yang sudah kusam. Dan yang lebih penting ialah melakukan taklim terhadap anak anak usia dini dengan mengajarkan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) serta mengajarkan anak-anak berbahasa asing. Terlebih di bulan Rajab ini, santri dituntut berperan aktif meramaikan majelis-majelis taklim.

“Dengan demikian anak mampu mengaplikasikan apa yang sudah mereka pelajari di pondok. Sebab acara ini mungkin hanya sekali mereka alami seumur hidupnya. Inilah inti dari kegiatan ini, yakni terwujudnya sinergitas antara orientasi pondok dalam membina anak supaya mampu hidup di masyarakat,” katanya.

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih satu minggu ini bertajuk “The University of Life” dengan tujuan agar santri terbiasa hidup di tengah masyarakat dalam kondisi apapun tetap mampu memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakatnya kelak.

“Dengan adanya kegiatan Incamp ini, anak merasakan kehidupan yang sesungguhnya, agar mampu hidup dalam kondisi apapun. Welcome to The Real Life. Incamp 2017 The University of Life,” pungkasnya.

Selain mendapat dukungan penuh dari wali santri yang juga membantu mencarikan dukungan sponsorship dari para donatur. Antara lain; Indonesia Food Bank, PD. Sampurna, PD. Kali Guji, AMC Medical Care, PT. Andi Jaya, CV Andika (Agen Beras). Adapun bantuan yang diberikan berupa beras, cat, mesin air, kayu, asbes, turn air, minyak sayur, pakaian layak pakai dan lain sebagainya.

BAGIKAN