Beranda Pendidikan Pegiat Literasi Usung Gerakan 1000 Pasang Sepatu Baru untuk Siswa

Pegiat Literasi Usung Gerakan 1000 Pasang Sepatu Baru untuk Siswa

428
BAGIKAN
Pegiat Literasi Usung Gerakan 1000 Pasang Sepatu Baru untuk Siswa
Pegiat Literasi Usung Gerakan 1000 Pasang Sepatu Baru untuk Siswa, tampak siswa-siswi SD menunjukkan sepatu mereka (26/3/2017)

PANDEGLANG, Pelitabanten.com – TBM Indung bekerjasama dengan Sahabat Cita Foundation membagikan beasiswa sepatu sekolah baru kepada 68 anak pembaca buku, Minggu (26/3/2017). Anak-anak tersebut adalah pengunjung tetap TBM Indung yang berlokasi di Kampung Kadu Turus, Desa Sukasari, Pulosari, Kabupaten Pandeglang. Sepatu tersebut dihadiahkan dengan maksud memotivasi anak-anak agar semangat datang ke TBM dan membaca buku.

Irma Zakiyah, ketua TBM Indung menjelaskan, “Syukur alhamdulillah, pemberian beasiswa sepatu sekolah baru untuk siswa ini bekerja sama dengan Sahabat Cita Foundation yang memiliki program 1000 sepatu” ujarnya. Minggu (26/3/2017)

Suatu ketika pernah ada kejadian seorang anak sekolah pingsan karena masuk angin akibat memakai sepatu basah. Beberapa anak bahkan pernah malu sehingga tak datang ke sekolah gara-gara sepatunya basah atau rusak.

“Anak-anak yang suka datang ke TBM Indung dan membaca buku itu berasal dari beberapa kampung. Bahkan ada yang dari Lebak Salaksa dan Denuh, itu kampung di batas jalur pendakian ke Gunung Haseupan. Anak-anak itu rela turun gunung setiap harinya agar bisa membaca buku di TBM Indung,” tutur istri Fatih Zam itu.

Dalam durasi yang sama dan di tempat yang sama, Founder Sahabat Cita Foundation sekaligus direktur bidang kerja sama Universitas Padjadjaran, Dr. Dwi Indra Purnomo, mengapresiasi TBM Indung dan kiprahnya dalam dunia literasi. Oleh karenanya Sahabat Cita Foundation dengan program 1000 sepatunya tak ragu memilih TBM Indung sebagai mitra kerja sama dalam memberikan bantuan berupa beasiswa sepatu sekolah baru.

“Kami membagi-bagikan sepatu sekolah kepada yang betul-betul memerlukan. Tetapi ini bukan bagi sepatu biasa, ini spesial. Karena sepatu itu kami ambil dari perajin sepatu di daerah Cibaduyut yang kami bina.” Kata Dwi yang juga dosen di Fakultas Teknik dan Industri Pertanian Universitas Padjadjaran ini.

Dikatakan Dwi, sudah sejak lama dia terinspirasi untuk membuat gerakan sosial seperti buka puasa bersama atau menyumbang uang seratus atau dua ratus ribu. Akan tetapi, gerakan sosial semacam itu bisa habis dalam durasi yang tidak lama. Makanya, muncul ide dalam kepalanya agar gerakan sosial yang dilakukan memiliki daya tahan yang lama.

“Kalau nyumbang uang seratus dua ratus ribu, paling semalam juga habis. Jadi kita mikir untuk membuat kebaikan yang bertahan lama, hingga terpikirkan gerakan 1000 sepatu.”

Muhamad Ridwan Naufal yang duduk di SDN Suaksari I dengan penuh suka cita menjajal sepatu barunya. Naufal, seperti kebanyakan anak di sekitar TBM Indung, jarang membeli sepatu. “Saya ingin langsung memakai sepatu baru ini,” ungkapnya.

Acara penyerahan beasiswa sepatu sekolah baru juga turut diramaikan mobil Gerakan Indonesia Membaca dari FTBM Provinsi Banten.

BAGIKAN