Beranda Hukum Peran NK, Teroris yang Tewas dalam Baku Tembak dengan Petugas Densus 88

Peran NK, Teroris yang Tewas dalam Baku Tembak dengan Petugas Densus 88

335
BAGIKAN
Peran NK, Teroris yang Tewas dalam Baku Tembak dengan Petugas Densus 88
Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Rikwanto

JAKARTA, Pelitabanten.comDensus 88 Antiteror Polri meringkus terduga teroris di Jalan Lingkar Selatan (JLS), tepatnya di depan pabrik Semen Merah Putih PT. Cemindo Gemilang, Ciwandan, Kota Cilegon, Kamis (23/3/2017). Satu dari empat terduga teroris tewas saat baku tembak.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, sebuah kendaraan minibus berwana hitam yang ditumpangi oleh terduga teroris dihujani peluru oleh polisi. Bagian kanan kendaraan terlihat penuh lubang bekas tembakan. Ceceran darah dan pecahan kaca juga terlihat di sekitar mobil tersebut. Salah seorang warga mengaku mendengar lebih dari lima kali tembakan yang terjadi saat baku tembak tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen (Pol) Rikwanto mengungkapkan, keempatnya yakni‎ Nanang Kosim, tewas saat ditangkap. Tiga lainnya yang hidup yakni Achmad Supriyanto, Icuk Pamulang dan Abdul Majid yang terluka di tangan. Dalam penangkapan ini, satu pucuk pistol disita petugas sebagai barang bukti.

Baca juga :  DR. H. Ali Taher, SH. MH Menilai Ketua ICMI Kota Tangerang Layak Jadi Walikota

Rikwanto menjelaskan awalnya keempatnya berangkat dari arah Anyer dengan menggunakan dua kendaraan Toyota Avanza. “Setibanya di Ciwandan, mobil tersangka melambat sehingga petugas mengambil kesempatan untuk menghentikan mobil mereka,” katanya.

Menurutnya, kendaraan yang ditumpangi Achmad Supriyanto dan Icuk Pamulang saat dihentikan petugas, langsung berhenti dan menyerah sehingga dapat langsung ditangkap. Namun kendaraan yang ditumpangi Nanang Kosim dan Ojid Abdul Majid saat diberhentikan petugas, tidak berhenti dan malah menabrak mobil petugas yang menghadang sehingga Nanang dan Abdul akhirnya dilumpuhkan oleh petugas. “Kemudian dalam perjalanan ke rumah sakit, Nanang meninggal dunia,” katanya.

Dalam keterangannya, Rikwanto mengatakan Nanang diduga pernah mengikuti pertemuan Jamaah Anshor Daulah (JAD) di Batu Malang pada November 2015 lalu. Nanang merupakan pengajar teknik persenjataan, merencanakan pelatihan militer di Halmahera yang akan dijadikan sebagai basis pelatihan militer kelompok JAD pengganti Poso. Selain itu Nanang juga terlibat pembelian senjata M16 untuk kelompok Anshor Daulah yang sudah direncanakan sejak tahun 2015. Dia juga menyembunyikan Abu Asybal selama dalam pelarian pascabom Thamrin pada 2016.

Baca juga :  Dr. TB. H. Ace Hasan Sadzily, M.Si: Negara-negara Lain Iri dengan Indonesia yang Memiliki Empat Pilar Kebangsaan

Karopenmas menambahkan, bersama dengan Fajrun melakukan latihan membuat bom di Gorontalo tahun 2016, mengetahui dan menyembunyikan Andi Bakso pelaku bom gereja di Samarinda, membeli senjata M16 untuk kelompok JAD yang sudah direncanakan sejak tahun 2015. Sementara peranan tiga terduga teroris lainnya masih didalami.

Kapolda Banten Brigjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan satu pelaku diduga teroris tewas setelah baku tembak dengan petugas Densus 88 di Kota Cilegon. “Beruntung, baku tembak senjata itu tidak melukai petugas,” katanya kepada para pewarta, Kamis. (23/3/2017)

Tak hanya di Cilegon, di hari yang sama polisi juga menangkap seorang terduga teroris di Kabupaten Pandeglang berinisial AJ yang tinggal di BTN Sentul, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Pandeglang. Selain di Desa Teluk, sebuah rumah di Kampung Kadu Paeh, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Cisata Pandeglang turut digeledah. “Dia ngontrak belum lama. Kalau info yang saya dapat ditangkapnya di depan Kantor Desa Sindangjaya, Pagelaran,” kata Kepala Desa Teluk, Endin Fachrudin.

Baca juga :  Penyaluran Rastra Bagi Warga Lebak Sudah Dimulai di Kec. Cikulur dan Kec. Cibadak

Salah satu warga yang tak mau namanya disebut mengaku, tak mengetahui keseharian AJ yang tinggal bersama istrinya. Pasalnya, pria yang diketahui berasal dari Cigondang Labuan ini jarang terlihat keluar rumah. “Baru tiga bulan lah tinggal di rumah itu. Sehari-harinya seperti apa enggak tahu karena tidak pernah keliatan keluar rumah,” tutur warga.

loading...