Beranda Mimbar Agama Musabaqoh Kitab Kuning Tingkat se-Tangerang Raya Digelar di Ponpes Nur Antika

Musabaqoh Kitab Kuning Tingkat se-Tangerang Raya Digelar di Ponpes Nur Antika

764
BAGIKAN
Musabaqoh Kitab Kuning Tingkat se-Tangerang Raya Digelar di Ponpes Nur Antika
67 peserta dari berbagai pondok pesantren se-Tangerang Raya mengikuti Musabaqoh Kitab Kuning di ponpes Nur Antika, Tigaraksa. Minggu (19/3/2017)

TANGERANG, Pelitabanten.com – Musabaqoh Kitab Kuning tingkat Tangerang Raya, terdiri dari Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan digelar di Pondok Pesantren Nur Antika, Tiga Raksa, Kabupaten Tangerang. Minggu (19/3/2017).

Sebanyak 67 peserta dari berbagai pondok pesantren se-Tangerang Raya mengikuti kegiatan Musabaqoh Kitab Kuning yang digelar oleh Dewan Koordinasi Wilayah (DKW) Garda Bangsa Banten. Dalam babak penyisihan kali ini, ditetapkan 12 peserta lomba untuk maju ke tahap berikutnya.

“Ada dua kategori, Qirotul Qutub dan Hifdhun Nadhom, tiap kategori akan diambil tiga orang terdiri putra dan putri untuk ke level semi final di Banten,” kata Ketua Pelaksana Kegiatan, Khoirul Huda. Minggu (19/3/2017)

Lebih lanjut Huda menjelaskan, acara Musabaqoh Kitab Kuning tersebut dimaksudkan untuk menjaga tradisi membaca dan mengkaji kitab kuning yang sarat dengan nilai-nilai kebangsaan dan kemajuan, terutama di dalam tubuh organisasi keislaman Nahdlotul Ulama.

Baca juga :  Perkuat Komunitas Digital, Sinar Mas Land Hadirkan Purwadhika Startup & Coding School di BSD City

“Kegiatan ini untuk menjaga tradisi membaca kitab kuning  di masyarakat kita, terutama dikalangan Ahlusunnah Waljamaah,” jelas Khoirul Huda

Musabaqoh Kitab Kuning tingkat se-Tangerang Raya sejatinya merupakan kegiatan tahunan yang rutin dilaksanakan. Selain itu, pada moment ini juga bertepatan dalam rangka menyambut Harlah Garda Bangsa ke-18.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rahmat Abdul Gani menuturkan, selain menjaga tradisi membaca kitab kuning, kegiatan tersebut juga sekaligus mensyiarkan bahwa pondok pesantren adalah pondasi pendidikan dan pembangunan di Indonesia.

“Kegiatan ini sekaligus merefresh kita untuk back to basic ke pesantren, karena pesantren adalah basis pendidikan dan pembangunan di Indonesia,” katanya.

loading...
BAGIKAN