Peristiwa Kabupaten Tangerang Lemah Pengawasan, Peningkatan Jalan Betonisasi Belakang Polsek Cisauk Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

Lemah Pengawasan, Peningkatan Jalan Betonisasi Belakang Polsek Cisauk Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

proyek pekerjaan betonisasi.( Pelitabanten.com/Dok Ist)

KABUPATEN , Pelitabanten.com  – ingin raup keuntung besar, proyek pekerjaan dengan judul Peningkatan Jalan Belakang Polsek . Desa Cibogo. Cisauk. Kabupaten Tangerang, yang dikerjakan oleh CV. Mutiara dengan pagu anggaran Rp. 198.991.000, yang bersumber dari APBD 2021, dengan panjang 37mx 7m.43mx4m.9mx4m dengan ketebalan bakisting 20cm.

Pantaun awak media dilokasi proyek peningkatan jalan betonisasi tersebut, terlihat gelap gulitat (tidak ada penerangan) dan untuk ketebalannya pun berpariasi, 11cm, 12cm sampai 14cm, sehingga pihak kontranktor leluasa mengurangi volume ketebalan Betonisasi, terlihat tinggi bakisting 20 cm, diduga pekerjaan tersebut terindikasi pengurangan volume ketebalan betonisasi dan terkesan jadi.

Akibat kurang tegasnya pengawasan dari pihak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, diduga tidak sesuai spesifikasi dan disinyalir bermain curang.

Saat dikonfirmasi, Dani selaku pekerja di lapangan mengatakan, bahwa kegiatan tersebut memiliki panjang 37m x 7m.34m x4m dengan ketebalan 20 cm.

Baca Juga:  Polsek Jatiuwung Beri Penghormatan Terakhir Pada Alm. Ipda Muhamad Efendi

“Kalau panjang 37m x 7m.34m x4m 9mx4m dengan ketebalan 20cm,” ucapnya.

Semetara Maulana selaku pengawas dari dinas terkait saat dikonfirmasi dilokasi tentang pekerjaan tersebut, terkesan bungkam dan tutup mata.

“Saya belum lihat RAB nya dan  saya juga belum ketemu pihak rekanannya, jadi belum bisa bersetetmen,” ucapnya. Selasa. (25/5/2021).

Darusamin selaku sekjen LIPANHAM ketika dimintai tanggapan terkait proyek tersebut menyapaikan, akan saya  layangkan surat somasi ke pihak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang dan melaporkan ke inspektorat dan  Badan Pemeriksa Keuangan () terkait pekerjaan tersebut.

“Ya seharusnya sebagai pengawas itu harus tegas jangan diam saja seketika pekerjaannya tidak sesuai SPEK, ini ma dilihatin doang masa pengawas tidak tau Rencana Anggaran Biaya (RAB), terlihat juga Lapisan Pondasi Bawah (LPB) nya juga seperti lumpur, bakisting dipendam udah seperti pasang kastin, besi dowell cuman ada beberapa batang sehingga tidak dipasang perlima meter, pasangan amparan juga tidak pul, tengahnya melompong, padahal pungsi plasti agar air tidak menyerap ke bawah.
Pasti saya akan layangkan surat ke dinas terkait, seprti inspektorat dan Badan pemeriksa keuangan(BPK).” tegasnya.

Baca Juga:  Gelar Safari Ramadhan, KNRP Tangerang Akan Datangkan Ulama dari Gaza

Lanjutnya Darus menyatakan, ini bukan perkara main-main ini sudah merampok berjamaah dinas sama kontraktor dan seharus kedepan kontraktor seperti ini harus dibeklis,” tegas Darus.

Sampai berita ini dimuat pihak Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) belum bisa dikonfirmasi.