Diklat Penanganan dan Pencegahan Stunting Diikuti oleh 49 SDM PKH Kabupaten Lebak

SDM PKH Kabupaten Lebak mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Stunting secara daring pada Selasa (04/05/2021).
SDM PKH Kabupaten Lebak mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Stunting secara daring pada Selasa (04/05/2021).

LEBAK, Pelitabanten.com– Sebanyak 49 Sumber Daya Manusia ( ) Kabupaten Lebak mengikuti dan Pelatihan (Diklat) Penanganan dan Pencegahan Stunting yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Sosial (BBPPKS) Bandung. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara online atau Daring (Dalam Jaringan) mulai dari tanggal 29 April 2021 sampai dengan 8 Mei 2021.

SDM PKH yang mengikuti kegiatan tersebut terdiri dari Koordinator Kabupaten, Koordiantor Kecamatan dan Perwakilan Pendamping Sosial PKH Perkecamatan.

Penguatan upaya konvergensi melalui Strategi Nasional (Stranas) Percepatan Pencegahan Stunting sudah berjalan dengan baik. Kementerian Sosial melalui para pendamping, penyuluh sosial dan pekerja sosial dari berbagai program bantuan sosial berperan strategis untuk berkontribusi dalam membantu perubahan perilaku keluarga sebagai upaya pencegahan dan penanganan stunting.

Modul Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Stunting bagi SDM PKH yang telah disusun ini akan menjadi kekuatan pengetahuan dan keterampilan bagi para SDM PKH untuk bekerja bersama masyarakat membangun generasi bangsa Indonesia yang sehat, cerdas dan sejahtera.

“Selain itu SDM PKH juga agar mempersiapkan langkah-langkah yang harus dapat bekerja sama dengan orang tua, industri dan pihak terkait untuk memberikan edukasi tentang pentingnya penerapan Pendidikan dan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS), membudayakan pemenuhan gizi sesuai dengan acuan metode P2K2 di Modul Kesehatan, serta pemberian susu dan tablet darah, khususnya kepada remaja putri, guna pencukupan gizi dan pencegahan kelahiran stunting,” tutur Sulaeman Apandi, selaku Koordinator PKH Kabupaten Lebak, pada Selasa (04/05/2021).

Sulaeman menjelaskan bahwa SDM PKH dengan P2K2-nya akan lebih mampu mengedukasi ibu-ibu karena sering melakukan pertemuan dan bisa lebih intens dalam menyampaikan pentingnya kesehatan untuk Ibu dan Anak.

Di tempat yang sama Yayah Asiah, Koordinator PKH Kecamatan Rangkasbitung mengatakan bahwa dengan adanya Diklat ini dirinya bisa mampu memahami potensi masalah penyebab stunting. Menurutnya penyebab masalah utama yang dialami masyarakat adalah kurangnya pengetahuan dan edukasi tentang kehamilan dan anak, terutama Ibu hamil dan menyusui yang mengakibatkan kurangnya pemenuhan gizi anak pada 1000 hari pertama kehidupan.

“Pemenuhan gizi anak harus dimulai sejak janin, oleh karena itu ibu hamil harus memastikan dirinya mengonsumsi makanan bernutrisi seimbang”, terangnya.

Sementara Syafeul Rahman, Koordinator PKH Kecamatan Lewuidamar mengatakan bahwa kegiata Diklat ini materinya cukup bagus, namun alangkah baiknya jika Diklat ini di adakan secara , karena di Kabupaten Lebak masih banyak yang daerahnya susah sinyal, sehingga peserta tidak bisa mengikuti kegiatan secara maksimal.

“Masih banyak teman-teman yang lain yang ketinggalan materi pembelajaran karena dirumahnya susah sinyal,” tutupnya. (MIR)