Awas ! Jangan Bukber Karna Masih di Tengah Pandemi Covid-19

    Awas ! Jangan Bukber Karna Masih di Tengah Pandemi Covid-19
    Awas ! Jangan Bukber Karna Masih di Tengah Pandemi Covid-19. Foto Ilustrasi Pelitabanten.com

    KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com — Masih di bulan Ramadhan, dimana ajakan buka puasa bersama (bukber) di restoran atau kafe bersama teman-teman, silih berganti.

    Namun, kasus penyebaran covid-19, masih belum menunjukkan perubahan, ke arah yang lebih baik di Indonesia. Meski vaksin telah didistribusikan untuk sejumlah kelompok masyarakat.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr Liza Puspadewi mengungkapkan pada situasi saat ini sebaiknya tidak disikapi dengan gegabah dan main main.

    “Bukber memang salah satu aktivitas positif untuk melakukan silahturahmi dengan antar kerabat. Tapi tidak di tengah pandemi  covid-19 saat ini. Karena efeknya akan bahaya dan bisa berkepanjangan untuk banyak pihak,” tegas dr Liza saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/5/2021).

    Ia pun menuturkan masyarakat Kota Tangerang jangan nekat untuk bukber di tengah pandemi. Masyarakat harus berhati-hati dengan budaya Indonesia yang satu ini. Pasalnya, bukber bisa menjadi faktor penyebab kenaikan kasus covid-19.

    “Hari ini kita bukber memang tidak langsung positif hari itu juga. Tapi empat hari kemudian dan paling lama 14 hari kemudian, masa ingkubasi terjadi baru jumlah positif akan kian meningkat. Terburuk virus yang kita bawa, kita tularkan ke orangtua kita, atau lansia di rumah kita, mereka punya komorbit, dan terburuk hingga adanya kematian. Ingat, angka kematian tertinggi adalah lansia,” tegasnya.

    Lanjutnya, bersosialisasi dan makan di luar jauh lebih berbahaya daripada aktivitas lain. Seperti menggunakan transportasi umum atau berbelanja dalam hal penyebaran virus.

    “Hal ini bisa dilihat, saat jumlah kerumunan melonjak pada musim liburan, disitulah jumlah kasus positif COVID-19 meningkat. Selama corona, ada tujuh momen libur bersama dan peningkatan kasus meningkat. Terbaru peningkatan momen libur hari paska,” jelasnya.

    dr Liza pun mengajak, seluruh masyarakat Kota Tangerang untuk sama-sama menjaga dan ikut mengendalikan kasus covid-19 di Kota Tangerang. “Jangan ambil risiko tinggi untuk keluarga kita, terlebih di momen Ramadan dan libur Idul Fitri. Menahan ini semua memang sulit, tapi protokol kesehatan sudah tidak bisa ditawar lagi,” tegasnya.

    Sebagai informasi, pemerintah melalui Kememdagri juga sudah mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 800/2784/SJ tentang Pelarangan Kegiatan Buka Bersama pada Bulan Ramadan dan Kegiatan Open House atau Halal BiHalal pada Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021.